Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 13/12/2016, 20:25 WIB
Ericssen

Penulis

NEW YORK, KOMPAS.com - Rex Tillerson yang dipilih Selasa pagi ini (13/12/2016) sebagai calon Menteri Luar Negeri AS berpotensi terjungkal di Senat.

Calon anggota kabinet AS harus mendapat persetujuan mayoritas dari 100 senator yang akan menggelar uji kelayakan, sebelum melakukan pemungutan suara untuk menyetujui calon.

Kemesraannya dengan Rusia menjadi salah satu faktor utama yang berpotensi menjegal Chief Executive Officer (CEO) Exxon Mobil itu.

Sebagai bos salah satu perusahaan minyak terbesar di dunia, pebisnis berusia 65 itu telah banyak merampungkan kesepakatan bisnis dengan negeri Beruang Merah.

Bahkan, Tillerson dianugerahi penghargaan bergengsi “Order of Friendship” oleh Presiden Vladimir Putin tahun 2013 lalu.

Hubungan AS dengan Rusia sendiri sedang tidaklah begitu hangat terutama di masa pemerintahan Presiden Barack Obama.

Perkembangan terbaru berupa kesimpulan Badan Intelijen AS (CIA) bahwa Rusia mencoba mengintervensi hasil pilpres bulan lalu, semakin memperkeruh situasi.

Desakan telah muncul agar dilakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap peran Rusia terutama dalam meretas email sejumlah petinggi teras Partai Demokrat maupun Partai Republik.

Salah satu email yang diduga telah diretas adalah milik John Podesta, ketua tim kampanye capres Hillary Clinton.

Tillerson yang tidak memiliki pengalaman diplomasi atau politik ini diduga akan mengandalkan kemahirannya dalam bernegosiasi bisnis jika kelak menjalankan tugas sebagai Menlu.

Walau Republik memiliki 52 senator di Senat yang lebih dari cukup untuk meloloskan Tillerson, tidak ada jaminan semua senator partai berlambang gajah ini akan memilihnya.

Sejumlah senator berhaluan garis keras terhadap Rusia seperti John McCain dan Marco Rubio telah menyuarakan kecemasannya.

Diyakini Tillerson akan dihujani banyak pertanyaan sulit ketika sesi uji kelayakan dilakukan bulan depan.

“Ketika dia memperoleh penghargaan dari seorang seperti Putin, jujur itu adalah hal yang perlu dipertimbangkan dengan lebih mendalam. Saya cemas, jelas dia memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Putin,” tutur McCain.

Calon Menteri terakhir yang ditolak Senat adalah John Tower yang terjegal ketika dinominasikan sebagai Menteri Pertahanan tahun 1989 silam.

Sejarah menunjukan, sangat jarang Senat menolak nama menteri yang diajukan.

Presiden terpilih Donald Trump memilih Tillerson setelah mempertimbangkan nama lain seperti mantan Gubernur Massachusetts Mitt Romney, mantan Direktur CIA Jenderal David Petraeus, mantan Wali Kota New York Rudy Giuiliani.

Nama lain yang juga tersisih adalah Senator Tennessee Bob Corker, mantan CEO Ford Motor Alan Mulaly, dan mantan Dubes AS untuk PBB John Bolton.

Untuk nama terakhir, disebut-sebut akan mendapat tawaran menjadi Deputi Menlu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com