Kompas.com - 02/09/2016, 17:06 WIB
EditorErvan Hardoko

NEW YORK, KOMPAS.com - Seorang perempuan asal New York, AS mengatakan, sebuah maskapai penerbangan salah menempatkan anaknya yang berusia 5 tahun ke penerbangan yang berbeda.

Maribel Martinez, kepada New York Daily News, mengatakan, dia sangat terkejut ketika staf maskapai JetBlue mengantarkan seorang anak laki-laki pada 17 Agustus saat dia menjemput di bandara Kennedy.

Masalahnya, anak yang diantar itu bukan anak laki-laki yang dinantinya. "Saya katakan dia bukan anak saya, dan saya sangat ketakutan," ujar Maribel.

Kuasa hukum Maribel, Sanford Rubenstein, mengatakan anak yang diantarkan kepada kliennya itu seharusnya terbang ke Boston.

Dan, putra Maribel, Andy malah terbang ke Boston dan dibutuhkan waktu beberapa jam hingga maskapai itu menyadari kesalahan dan menerbangkan Andy ke New York dengan selamat.

"Saya sempat menyangka dia diculik dan saya pikir tak akan bertemu dia lagi," tambah Maribel.

Kedua bocah yang sama-sama berusia lima tahun itu terbang ke Amerika Serikat dari Republik Dominika di Karibia.

Maribel mengatakan, Andy  mengenakan gelang bertuliskan namanya. Entah bagaimana, paspor Andy justru dibawa anak lain yang kemudian diantarkan kepada Maribel.

Beruntung, anak yang salah diterbangkan ke New York itu akhirnya diterbangkan pulang ke Boston dengan selamat.

"Setelah menyadari kesalahan ini, tim kami di (bandara) JFK dan Boston langsung mengambil langkah membantu anak-anak itu terbang ke tujuan yang seharusnya," demikian pernyataan manajemen JetBlue.

"Anak-anak itu terus berada di bawah pengawasan dan bantuan kru JetBlue, dan kami sadar situasi ini telah membuat keluarga kedua anak itu panik," tambah JetBlue.

Maribel terbang ke Republik Dominika untuk berlibur bersama putranya itu pada 28 Juli. Sepekan kemudian dia pulang ke New York, dan meninggalkan Andy bersama kerabatnya di Dominika.

Saat membelikan tiket pulang untuk Andy, Maribel membayar ongkos tambahan sebesar 100 dolar AS agar kru JetBlue memberikan bantuan khusus bagi putranya itu.

Maribel mengatakan, dibutuhkan waktu tiga jam sebelum staf JetBlue melacak keberadaan Andy di Boston dan kemudian menghubungkan Andy dengan ibunya lewat telepon.

"Ibu mereka menaruh saya di pesawat yang salah," ujar Maribel menirukan putranya.

JetBlue kemudian menerbangkan Andy ke New York di hari yang sama dan mengembalikan biaya tiket sebesar 475 dolar AS dan serta uang 2.100 dolar sebagai kompensasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.