Kompas.com - 12/02/2015, 18:14 WIB
Korban penembakan di Chapel Hill, North Carolina. Dari kiri ke kanan: Deah Shaddy Barakat (23), istrinya yang bernama Yusor Mohammad (21) dan adik iparnya (adik dari istri Deah) Razan Mohammad Abu-Salha (19) Independent.co.ukKorban penembakan di Chapel Hill, North Carolina. Dari kiri ke kanan: Deah Shaddy Barakat (23), istrinya yang bernama Yusor Mohammad (21) dan adik iparnya (adik dari istri Deah) Razan Mohammad Abu-Salha (19)
EditorTri Wahono


KOMPAS.COM — Polisi di negara bagian North Carolina, AS, menyatakan, pembunuhan terhadap tiga orang keluarga Muslim di Chapel Hill terjadi setelah pertengkaran soal parkir dekat sebuah universitas.

Tiga korban ditemukan dalam keadaan tewas pada Selasa (10/2/2015) di sebuah kompleks apartemen di luar University of North Carolina, Chapel Hill.

Tidak lama kemudian, pada hari yang sama, polisi menangkap tersangka pelaku bernama Craig Stephen Hicks (46). Pelaku kini menghadapi tuduhan pembunuhan berencana. 

"Penyelidikan awal kami mengindikasikan bahwa motif pembunuhan adalah persengketaan mengenai parkir antar-tetangga. Tersangka bekerja sama dengan para penyelidik dan bila ada informasi lainnya kami akan kemukakan nanti," demikian pernyataan tertulis Kepala Kepolisian Chapel Hill.

Ia mengatakan dalam pernyataan tersebut bahwa polisi memahami kekhawatiran mengenai kemungkinan bahwa ini kejahatan yang dimotivasi kebencian agama. Namun, polisi masih terus menggali semua petunjuk untuk menyelidiki apakah hal tersebut menjadi motif pembunuhan.

Hicks banyak memasang pernyataan anti-agama di media sosial, tetapi pihak berwenang belum dapat memastikan apakah hal itu di balik motif pembunuhan.

Jaksa wilayah Durham Roger Echols mengatakan, ia tidak dapat membahas motif kejahatan. Ketika ditanya apakah Hicks dapat dituntut atas kejahatan bermotif kebencian, ia mengatakan fakta-fakta kasus ini masih dalam penyelidikan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Nihad Awad, direktur eksekutif nasional Council on American-Islamic Relations, mendesak polisi untuk memeriksa apakah ada alasan-alasan agama di balik pembunuhan tersebut.

"Berdasarkan kebrutalan kejahatan ini, pernyataan anti-agama yang pernah dikeluarkan oleh tersangka pelaku, pakaian yang berkaitan dengan agama yang dikenakan oleh kedua korban, dan meningkatnya retorika anti-Muslim di masyarakat Amerika, kami mendesak pihak-pihak penegak hukum negara bagian dan federal untuk segera menanggapi spekulasi tentang kemungkinan adanya motif prasangka dalam kasus ini," kata Awad.

Abdullah Antepli, Direktur Urusan Muslim Duke University, yang terletak tak jauh dari Chapel Hill, mengeluarkan pernyataan yang meminta warga tidak berspekulasi mengenai motif pembunuhan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X