Kompas.com - 01/09/2014, 10:38 WIB
Gelombang unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong sudah dilancarkan sejak hari Minggu (31/8/2014). BBCGelombang unjuk rasa besar-besaran di Hong Kong sudah dilancarkan sejak hari Minggu (31/8/2014).
EditorEgidius Patnistik
HONGKONG, KOMPAS.COM — Berbagai kelompok pro-demokrasi Hongkong menyatakan tekad untuk menentang ketetapan Pemerintah Tiongkok untuk menyeleksi calon peserta pemilihan pemimpin Hongkong mendatang.

Pemilu yang dijadwalkan pada tahun 2017 mendatang ini akan menjadi kesempatan pertama bagi pemimpin Hongkong untuk dipilih secara langsung.

Namun, parlemen Tiongkok menetapkan peraturan bahwa para calon yang akan ikut pemilihan itu harus mendapat persetujuan lebih dari setengah jumlah anggota badan pencalonan yang akan dibentuk.

Para aktivis demokrasi yang gusar atas ketetapan itu bertekad mengambil alih kawasan Central, yang merupakan pusat bisnis Hongkong.

Salah seorang pendiri gerakan Occupy Central (Duduki Pusat), Benny Tai Yiu-ting, mengatakan, "Ini akhir dari dialog. Dalam beberapa hari mendatang, Occupy Central akan melancarkan gelombang demi gelombang unjuk rasa. Kami akan menyelenggarakan aksi menduduki pusat secara besar-besaran."

Hari Minggu, sebuah kelompok pro-demokrasi sudah berunjuk rasa di sebuah taman depan markas besar Pemerintah Hongkong.

Seorang pengunjuk rasa, Henry Chung, mengatakan kepada Agence France-Presse (AFP), "Kami sudah menunggu (pemilu langsung) ini sejak bertahun-tahun, tetapi sia-sia."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ketua Partai Demokrat Emily Lau Wai-hing kepada AFP mengatakan, "Ini satu orang satu suara, tetapi pilihannya sudah ditentukan. Di Korea Utara bisa terjadi seperti itu, tetapi tak bisa disebut demokrasi."Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.