Kompas.com - 18/07/2014, 05:18 WIB
Gambar yang diambil dari wilayah Gaza di teritori Israel ini memperlihatkan asap membumbung di Jalur Gaza, setelah serangan udara Israel pada Rabu (16/7/2014). Pada petang itu, empat bocah yang sedang bermain di pantai setelah menyingkir dari area sasaran gempuran Israel, justru tewas karena serangan Israel ke pantai itu.  AFP PHOTO / JACK GUEZGambar yang diambil dari wilayah Gaza di teritori Israel ini memperlihatkan asap membumbung di Jalur Gaza, setelah serangan udara Israel pada Rabu (16/7/2014). Pada petang itu, empat bocah yang sedang bermain di pantai setelah menyingkir dari area sasaran gempuran Israel, justru tewas karena serangan Israel ke pantai itu.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JERUSALEM, KOMPAS.com - Israel, Kamis (17/7/2014), mengumumkan akan segera memulai serangan darat ke Gaza, Palestina, setelah 10 hari serangan udara memakai pesawat tempur dan Angkatan Laut. 

Pernyataan dari kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengatakan sudah ada perintah untuk menghancurkan terowongan yang digali pejuang Palestina untuk menyusup ke Israel.

Juru Bicara militer Israel mengatakan pasukan negaranya tak sedang mencoba menggulingkan dominasi Hamas di Gaza. Menurut pernyataan itu, tujuan semacam itu mengharuskan serangan ke kawasan padat penduduk di Gaza City yang akan mahal bagi kedua belah pihak.

Perang darat besar-besaran antara Israel dengan Palestina terakhir kali terjadi pada akhir 2008 hingga akhir 2009. Saat itu, 1.400-an warga Palestina tewas sementara di pihak Israel ada 13 orang tewas.

Belum ada penyebutan waktu serangan darat terkait operasi Protective Edge ini akan digelar, termasuk seberapa lama dan intens serangan akan dilakukan. Tekanan internasional semakin kencang untuk dilaksanakannya gencatan senjata, menyusul terus bertambahnya korban tewas di warga Palestina.

Setelah jeda lima jam menyusul terbunuhnya empat bocah di Pantai Gaza oleh serangan Angkatan Laut Israel pada Rabu (16/7/2014), serangkaian tembakan terdengar di kawasan Rafah di Gaza selatan pada sepanjang Kamis malam. Sejauh ini belum terlihat pergerakan tank mendekati perbatasan ke wilayah otoritas Palestina di Gaza.

Juru bicara Hamas Sami Abu Zuhri menanggapi pengumuman serangan darat Israel tersebut dengan mengatakan, "Kami memperingatkan Netanyahu konsekuensi mengerikan dari tindakan bodoh itu."

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pejabat kesehatan Gaza mengatakan 235 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, telah tewas sejak Israel mulai udara dan laut serangan pada Selasa (8/7/2014). Sebaliknya, di Israel baru 1 orang tewas, sekalipun seribuan roket dilontarkan balik oleh Hamas ke wilayah ini.

Pernyataan dari militer Israel mengatakan pula bahwa serangan darat akan mencakup infateri, lapis baja, teknik, artileri, dan intelijen, dengan dukungan dari udara dan laut. Serangan ini melibatkan pula 18.000 tentara cadangan, menambah 30.000 pasukan cadangan yang sudah lebih dulu dipanggil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.