3 Hari Operasi Militer Israel di Gaza Sudah Tewaskan 83 Warga Palestina

Kompas.com - 11/07/2014, 02:36 WIB
Seorang wanita Palestina berdiri di tengah puing-puing gedung yang hancur akibat serangan udara Israel ke kota Gaza, 8 Juli 2014. Puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak turut menjadi korban dalam serangan tersebut. AFP PHOTO / MAHMUD HAMSSeorang wanita Palestina berdiri di tengah puing-puing gedung yang hancur akibat serangan udara Israel ke kota Gaza, 8 Juli 2014. Puluhan warga Palestina termasuk wanita dan anak-anak turut menjadi korban dalam serangan tersebut.
EditorPalupi Annisa Auliani

GAZA CITY, KOMPAS.com — Sejak Israel memulai Operation Protective Edge, Selasa (8/7/2014) dini hari, setidaknya 83 warga Palestina tewas dan lebih dari 500 orang terluka, berdasarkan data petugas medis di Gaza, Palestina, Kamis (10/7/2014).

Meningkatnya korban jiwa yang berjatuhan di Gaza telah mendorong Mesir membuka perbatasan di Rafah, dengan rumah sakit di Sinai disiagakan untuk menerima korban luka, menurut kantor berita Mesir, MENA.

Sejauh ini tak ada kabar korban tewas di Israel akibat serangan balik berupa lontaran roket dari Gaza, meskipun petugas medis setempat sempat menyatakan satu perempuan meninggal pada Kamis, saat lari menuju perlindungan.

"Kami masih menghadapi aksi yang sulit, kompleks, dan rumit," kata Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu setelah rapat kabinet membahas masalah keamanan, Kamis.


Serangan udara Israel telah mengosongkan jalanan Gaza hingga Tel Aviv. Di Tel Aviv, kafe yang biasanya penuh sesak pada musim liburan seperti sekarang, kosong. Pelayan mereka terlihat gugup memeriksa telepon genggam berkali-kali untuk memeriksa pemberitahuan lontaran roket.

Di Gaza, cerita lebih muram, setelah rudal dari pesawat tempur Israel menghantam sebuah kedai kopi di Khan Yunis, Kamis dini hari waktu setempat, menewaskan sembilan penggemar sepak bola yang sedang menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia 2014 antara Belanda dan Argentina.

Jatuhnya korban warga sipil ini tak menahan Israel untuk mengonfirmasi kemungkinan menggelar serangan darat ke Gaza. Deretan tank Israel telah berkumpul di perbatasan dan Netanyahu mendapat tekanan dari garis keras Yahudi untuk menguasai lagi wilayah yang pernah Israel duduki sebelum penarikan pasukan dan pemukim Yahudi pada 2005.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Virus Corona Hantui Jepang, Catatkan Kasus Tertinggi Kedua Setelah China

Internasional
14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

14 dari 300 Warga AS yang Dievakuasi dari Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Virus Corona Merebak, Kaisar Jepang Batalkan Perayaan Ulang Tahun

Internasional
Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Kisah Orang Afrika Pertama yang Terpapar Virus Corona dan Sudah Sembuh

Internasional
40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

40 Warga AS di Kapal Pesiar di Jepang Tertular Virus Corona

Internasional
Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Kisah Pasien Singapura Sembuh dari Virus Corona: Rasanya Seperti Mau Mati

Internasional
Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Mengira Tertular Virus Corona, Mahasiswa Asing di Arab Saudi Bunuh Diri

Internasional
Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Perawat Ini Alami Diskriminasi Saat Merawat Pasien Virus Corona

Internasional
Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Trump Minta Rusia untuk Berhenti Dukung Kekejaman Suriah

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Korban Meninggal Virus Corona Per 17 Februari 2020 Capai 1.765 Orang

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan 'Abang Tukang Bakso' untuk Jokowi

[POPULER INTERNASIONAL] China Keluhkan Negara yang Bereaksi Berlebihan | Murid Australia Nyanyikan "Abang Tukang Bakso" untuk Jokowi

Internasional
Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Wabah Virus Corona dalam Angka Per 16 Februari 2020

Internasional
Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Taiwan Umumkan Kasus Kematian Pertama Virus Corona

Internasional
22 Hari 'Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

22 Hari "Hilang di Tengah Wabah Virus Corona, Kim Jong Un Kembali Muncul

Internasional
WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

WNI di Singapura Tak Terlalu Khawatir di Tengah Wabah Virus Corona

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X