Kompas.com - 19/02/2014, 02:15 WIB
Para pengunjuk rasa antipemerintah memperbaiki barikade yang mereka bangun di salah satu sudut kota Kiev. Gambar diambil pada Senin (17/2/2014) waktu setempat. SERGEI SUPINSKY / AFPPara pengunjuk rasa antipemerintah memperbaiki barikade yang mereka bangun di salah satu sudut kota Kiev. Gambar diambil pada Senin (17/2/2014) waktu setempat.
|
EditorPalupi Annisa Auliani

KIEV, KOMPAS.com - Demonstrasi di Kiev, Ukraina, Selasa (18/2/2014), berlangsung rusuh. Para pengunjuk rasa melempari polisi dengan bom molotov, kembang api, dan batu. Kerusuhan ini menewaskan setidaknya sembilan orang.

Unjuk rasa ini masih merupakan bagian dari gelombang protes terhadap Presiden Viktor Yanukovich, yang sudah berlangsung selama 12 pekan. Para pengunjuk rasa mendesak Yanukovich mundur, menyusul gagalnya Ukraina bergabung ke Uni Eropa, yang diduga dipicu intervensi Rusia.

Negara Barat telah memperingatkan Yanukovich untuk tak melakukan tindakan represif terhadap para pengunjuk rasa pro-Uni Eropa dan pemimpin oposisi Vitaly Klitschko ini. Mereka pun mendesak perempuan dan anak-anak meninggalkan alun-alun Maidan di pusat kota Kiev, untuk mengantisipasi terus berjatuhannya korban jiwa.

Juru bicara kepolisian Kiev mengatakan tujuh orang pengunjuk rasa dan dua polisi tewas dalam kerusuhan Selasa. Pasukan militer pendukung Yanukovich menerobos barikade yang dipasang para pengunjuk rasa di sekeliling alun-alun di dekat stadion sepak bola Dyanamo Kiev tersebut.

Pasukan tersebut kemudian menduduki Independence Square, nama lain alun-alun Maidan. Gerakan pasukan ini terjadi hanya dalam hitungan jam setelah Rusia mengucurkan dana 2 miliar dollar AS untuk pemerintah Ukraina, termasuk untuk membiayai upaya menghentikan paksa gelombang unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa publik Ukraina digelar sejak November 2013. Yanukovich membatalkan rencana dagang dengan Uni Eropa pada kesempatan terakhir, dengan iming-iming dana talangan dari Rusia untuk menutup utang negara bekas bagian Uni Soviet ini.

Amerika Serikat dan sekutunya di Barat mendesak Yanukovich kembali ke jalur kesepakatan dagang dengan Uni Eropa. Sebaliknya Rusia menyebut desakan itu sebagai campur tangan Barat terhadap Ukraina.

Bentrokan pada Selasa ini berlangsung selama beberapa jam di luar gedung parlemen Ukraina. Anggota parlemen dari kubu oposisi, Lesya Orobets, sebelumnya mengabarkan tiga demonstran tewas dan lebih dari 100 orang terluka.

"Tiga jenazah pendukung kami berada di gedung parlemen. Tujuh lainnya sekarat (karena lukanya)," tulis Orobets di laman Facebook-nya. Sementara dua jenazah lain terbujur di depan stasiun Metro di tenggara alun-alun, berdasarkan pantauan fotografer Reuters.

Adapun juru bicara kepolisian mengatakan dua perwira dan tiga pengunjuk rasa tewas karena luka tembak. Dua pengunjuk rasa lain, kata dia, tewas karena mendapat serangan jantung. Sementara satu pengunjuk rasa lain tewas dalam kebakaran dan satu yang lain tewas karena kecelakaan lalu lintas.

Layanan Keamanan Negara (SBU) Ukraina, dalam pernyataan bersama Kementerian Dalam Negeri Ukraina, menetapkan tenggat pukul 18.00 waktu setempat, atau pukul 23.00 WIB, sebagai batas waktu terakhir bagi pengunjuk rasa untuk mengakhiri unjuk rasa. Menginstilahkan unjuk rasa sebagai gangguan jalanan, SBU mengancam tindakan keras akan dilakukan bila tenggat waktu dilanggar.

"Jika (unjuk rasa) pada pukul 18.00 gangguan belum berakhir, kami berkewajiban memulihkan ketertiban dengan segala cara yang dimungkinkan hukum," ujar pernyataan itu. Kementerian Pertahanan Ukraina pun menyusul mengeluarkan peringatanan kepada pengunjuk rasa untuk segera meninggalkan alun-alun.

Sementara itu, Klitschko, mantan juara dunia tinju kelas berat, mengatakan kepada para pengunjuk rasa untuk menyadari kemungkinan menghadapi kekerasan di Maidan. Klitschko merupakan satu dari tiga pemimpin utama oposisi dalam gelombang unjuk rasa di Ukraina ini.


Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X