Kompas.com - 01/08/2013, 08:55 WIB
Para pendukung presiden terguling Muhammad Mursi menguasai jembatan 6 Oktober di Kairo pada Senin (15/7/2013) malam yang memicu bentrokan dengan polisi. Dari bentrokan sepanjang malam itu, sebanyak tujuh orang tewas dan 261 orang lainnya terluka. MARWAN NAAMANI / AFPPara pendukung presiden terguling Muhammad Mursi menguasai jembatan 6 Oktober di Kairo pada Senin (15/7/2013) malam yang memicu bentrokan dengan polisi. Dari bentrokan sepanjang malam itu, sebanyak tujuh orang tewas dan 261 orang lainnya terluka.
EditorEgidius Patnistik
KAIRO, KOMPAS.COM — Presiden terguling Mesir Muhammad Mursi bertemu dengan delegasi komite pemimpin Afrika di tempat penahanannya, Selasa (30/7) malam. Ia mengaku merasa sangat terzalimi karena digulingkan dari kekuasaan dan diputus kontak dengan siapa pun setelah itu.

Delegasi komite pemimpin Afrika tersebut, seperti dikutip kantor berita Mesir, MENA, meminta Mursi ikut andil mencegah kekerasan dan mendorong dialog pihak-pihak yang berseteru.

Namun, Mursi menjawab permintaan itu dengan mengatakan tidak bisa berbuat banyak saat ini karena putus kontak dengan pendukungnya dan media massa. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kairo.

Delegasi Afrika itu merupakan pihak internasional kedua setelah Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Catherine Ashton diizinkan mengunjungi Mursi di tempat penahanannya di luar Kairo.

Delegasi pemimpin Afrika, yang dipimpin mantan Presiden Mali Alpha Oumar Konare, berada di Kairo sejak Selasa untuk mengetahui yang sebenarnya terjadi di Mesir.

Sementara itu, massa pendukung Mursi, sejak Selasa malam hingga Rabu dini hari, menggelar unjuk rasa dengan membawa kain kafan putih di Kairo dan kota-kota lain, seperti Alexandria, El Arish, dan Al-Menia.

Kain kafan putih itu merupakan simbol protes atas jatuhnya korban tewas dalam jumlah besar di Nasr City, Kairo, Sabtu pekan lalu, akibat tembakan aparat keamanan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rabu sore, kabinet Mesir resmi memerintahkan polisi membubarkan massa pro-Mursi di Kairo "dengan segala cara". Keberadaan mereka dianggap sebagai ancaman keamanan nasional. Tidak disebutkan kapan tenggat waktu pembubaran itu.
Kegagalan misi

Aksi unjuk rasa damai itu digelar beberapa jam setelah Ashton meninggalkan Kairo. Misi Ashton untuk menjembatani perdamaian di Mesir dianggap gagal.

Misi Ashton tersebut terhadang sikap pemerintah baru Mesir yang bersikeras menyeret Mursi serta para pemimpin Ikhwanul Muslimin (IM) dan partai politik pendukungnya ke pengadilan.

Selama di Kairo sejak Minggu, Ashton berusaha membangun rekonsiliasi dengan melibatkan semua pihak, termasuk IM.

Namun, Ashton sadar misinya gagal setelah Wakil Presiden Ad Interim Mesir Mohamed ElBaradei, dalam temu pers bersama Ashton, Selasa sore, menegaskan, Mursi tak akan memiliki peran politik pada masa mendatang. Meski demikian, ElBaradei menambahkan, IM masih bisa ikut proses politik mendatang.

Pernyataan ElBaradei ini menambah kebuntuan politik di Mesir mengingat tuntutan utama massa pro-Mursi adalah agar kekuasaan Mursi dipulihkan.

Setelah ElBaradei menyampaikan pernyataan tersebut, Ashton langsung pamit mundur dari jumpa pers dengan dalih mengejar jadwal pesawat untuk kembali ke Brussels, Belgia.

Kegagalan misi Ashton itu dikabarkan turut mendorong Presiden Amerika Serikat Barack Obama meminta dua senator AS, Lindsey Graham dan John McCain, berangkat ke Kairo, pekan depan, untuk meminta militer dan pemerintah baru Mesir segera menggelar pemilu.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.