Kompas.com - 10/04/2021, 13:00 WIB
Para pengunjuk rasa yang mengenakan kaos bertuliskan 8888 meneriakkan slogan-slogan selama protes di depan kedutaan Myanmar di pusat kota Kuala Lumpur, 07 Agustus 2007. Sekitar 100 pengunjuk rasa berdemonstrasi di luar kedutaan Myanmar di Kuala Lumpur untuk memperingati Pemberontakan 8888 yang terjadi 08 Agustus 1988 , di mana ribuan aktivis tewas setelah menuntut pemulihan demokrasi di Myanmar. AFP PHOTO/STRPara pengunjuk rasa yang mengenakan kaos bertuliskan 8888 meneriakkan slogan-slogan selama protes di depan kedutaan Myanmar di pusat kota Kuala Lumpur, 07 Agustus 2007. Sekitar 100 pengunjuk rasa berdemonstrasi di luar kedutaan Myanmar di Kuala Lumpur untuk memperingati Pemberontakan 8888 yang terjadi 08 Agustus 1988 , di mana ribuan aktivis tewas setelah menuntut pemulihan demokrasi di Myanmar.

KOMPAS.com – Pada 8 Agustus 1988, rakyat Myanmar (dulu bernama Burma), bahkan para biksu di seluruh negeri, bergabung dan menyerukan penghapusan kekuasaan militer lalu menuntut demokrasi.

Di antara sebab-sebab yang memicu demo berskala besar tersebut, yang paling penting dan mendasar adalah memburuknya keadaan ekonomi.

Baca juga: [Cerita Dunia] Sejarah Patung Liberty, Awalnya Dipasang di Terusan Suez

Kala itu, rakyat Myanmar tidak tahan lagi dengan kesulitan ekonomi yang mereka hadapi sebagai mana dilansir Myanmar Times.

Mereka menginginkan pemerintahan baru yang dapat membantu meningkatkan ekonomi dan kehidupan mereka dengan menempatkan negara di jalan menuju demokrasi.

Aksi demo tersebut terkenal dengan sebutan 8888 Uprising karena sesuai dengan tanggal, bulan, dan tahunnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

8888 merupakan puncak kulminasi dari kegerahan, represi, kekerasan, kemerosotan ekonomi, dan berbagai hal yang dirasakan rakyat Myanmar di bawah pemerintahan rezim militer.

Setahun sebelulmnya, tepatnya pada September 1987, rezim militer menyatakan beberapa denominasi mata uang tidak berharga. Hal itu berakibat hangusnya tabungan banyak rakyat Myanmar.

Baca juga: [Cerita Dunia] Sejarah Kartel Sinaloa, dari Penyelundup Jadi Organisasi Kriminal yang Kejam

Itu memicu aksi demonstrasi yang menunjukkan keresahan yang meluas. Keresahan di kalangan rakyat terus menumpuk hingga di waktu-waktu berikutnya.

Pada Maret 1988, terjadi bentrokan antara mahasiswa dan penduduk setempat melawan militer Myanmar sebagaimana dilansir NPR.

Peristiwa tersebut memicu aksi protes selama beberapa hari. Hingga akhirnya, polisi antihuru-hara menyerang sekelompok mahasiswa di dekat Jembatan Putih di tepi Danau Inya di Rangoon (kini Yangon).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Perang: Erwin Rommel Sang Rubah Gurun dan Plot Membunuh Hitler

Kisah Perang: Erwin Rommel Sang Rubah Gurun dan Plot Membunuh Hitler

Internasional
Inspirasi Energi: Cadangan Migas di Kutub Utara dan Dampak Pengeboran terhadap Lingkungan

Inspirasi Energi: Cadangan Migas di Kutub Utara dan Dampak Pengeboran terhadap Lingkungan

Internasional
14 Penyakit yang Berhasil Dilawan oleh Vaksin

14 Penyakit yang Berhasil Dilawan oleh Vaksin

Internasional
Mengingat Kembali Bagaimana Wabah SARS Menghilang

Mengingat Kembali Bagaimana Wabah SARS Menghilang

Internasional
Perempuan Berdaya: Ching Shih, Ratu Bajak Laut China Selatan Abad Ke-19

Perempuan Berdaya: Ching Shih, Ratu Bajak Laut China Selatan Abad Ke-19

Internasional
Kisah Perang: Benarkah Rusia Menang Pertempuran Kursk, Adu Tank Terbesar di Dunia?

Kisah Perang: Benarkah Rusia Menang Pertempuran Kursk, Adu Tank Terbesar di Dunia?

Internasional
Moacir Barbosa, Kisah Tragis Kiper yang Dikucilkan Brasil karena Blunder di Piala Dunia 1950

Moacir Barbosa, Kisah Tragis Kiper yang Dikucilkan Brasil karena Blunder di Piala Dunia 1950

Internasional
Inspirasi Energi: Apa Itu Transisi Energi?

Inspirasi Energi: Apa Itu Transisi Energi?

Internasional
5 Tambahan Waktu Terlama di Sepak Bola, Ada yang Sampai 45 Menit

5 Tambahan Waktu Terlama di Sepak Bola, Ada yang Sampai 45 Menit

Internasional
Hari Terakhir Indira Gandhi, Wanita Besi yang Dibunuh Pengawalnya

Hari Terakhir Indira Gandhi, Wanita Besi yang Dibunuh Pengawalnya

Internasional
12 Daftar Pemimpin Negara yang Tewas Dibunuh, dari JFK hingga Presiden Haiti

12 Daftar Pemimpin Negara yang Tewas Dibunuh, dari JFK hingga Presiden Haiti

Internasional
Hari Ini dalam Sejarah 8 Juli 1994: Meninggalnya Kim Il Sung, Pendiri Korea Utara

Hari Ini dalam Sejarah 8 Juli 1994: Meninggalnya Kim Il Sung, Pendiri Korea Utara

Internasional
Perempuan Berdaya: Mochizuki Chiyome, Pendiri Kelompok Ninja Wanita Abada ke-16

Perempuan Berdaya: Mochizuki Chiyome, Pendiri Kelompok Ninja Wanita Abada ke-16

Internasional
Dalai Lama: Pemimpin Spiritual Tibet yang Diasingkan ke India

Dalai Lama: Pemimpin Spiritual Tibet yang Diasingkan ke India

Internasional
Kisah Perang di Kursk, Pertempuran Tank Terbesar di Dunia

Kisah Perang di Kursk, Pertempuran Tank Terbesar di Dunia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X