Perempuan Berdaya: Sejarah Revolusioner Wanita Pertama China, Qiu Jin, yang Mati Dipenggal

Kompas.com - 24/03/2021, 17:13 WIB

Pihak berwenang kemudian menggunakan tulisan Jin sendiri sebagai tuduhan terhadapnya. Beberapa hari kemudian, dia dipenggal di depan umum di desa asalnya.

Dia berusia 31 tahun pada saat kematiannya.

Kejahatan resminya adalah menulis dua puisi yang menghasut. Dokumen yang ditemukan di rumahnya telah menyatakan bahwa dia adalah seorang nasionalis dan feminis revolusioner.

Qiu meninggalkan warisan feminisme revolusioner, yang belum pernah ada sebelumnya di China.

Dia juga meninggalkan portofolio puisi kecil, tapi mengesankan, yang berisi refrein, "Tubuhku tidak akan mengizinkanku bergaul dengan pria, tetapi hatiku jauh lebih berani dari pada pria."

Baca juga: Perempuan Berdaya: Harriet Tubman, Pembebas Perbudakan dan Mata-mata Brilian Kulit Hitam

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.