Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Dampak Serangan pada Kapal-kapal Kargo di Laut Merah terhadap Perdagangan Global

Kompas.com - 15/02/2024, 21:00 WIB
Egidius Patnistik

Penulis

SERANGAN para pemberontak Houthi di Yaman terhadap kapal-kapal komersial yang melewati Laut Merah telah mengakibatkan banyak perusahaan pelayaran memutuskan untuk menghindari perairan yang merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia itu.

Kelompok Houthi telah menyatakan dukungannya terhadap kelompok Hamas di Gaza, Palestina. Bentuk dukungannya adalah menyerang kapal-kapal komersial yang melakukan perjalanan ke Israel. Walau tidak pernah jelas apakah semua kapal yang diserang benar-benar sedang menuju Israel atau tidak.

Pasukan Angkatan Laut AS dan Inggris di Laut Merah telah melancarkan serangan udara terhadap sejumlah sasaran milik pemberontak Houthi di Yaman sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal-kapal kargo itu.

Kelompok Houthi melancarkan serangan sejak dimulainya perang Israel-Hamas pada 7 Oktober lalu. Kelompok militan itu, yang didukung Iran, telah menggunakan drone dan roket untuk menyerang kapal-kapal asing yang mengangkut barang melalui selat Bab al-Mandab, sebuah perairan selebar 32 km yang memisahkan Eritrea dan Djibouti di sisi Afrika dan Yaman di sisi Semenanjung Arab.

Kapal-kapal biasanya mengambil rute ini dari selatan untuk mencapai Terusan Suez di Mesir sebelum berlayar lebih jauh ke utara. Namun karena adanya serangan-serangan itu, beberapa perusahaan pelayaran terbesar di dunia, termasuk Mediterranean Shipping Company dan Maersk, telah mengalihkan kapal-kapal mereka ke rute yang lebih panjang, yaitu ke Tanjung Harapan di Afrika Selatan dan kemudian terus belayar di sisi barat Afrika untuk sampai ke Eropa.

Penelitian MUFG (Mitsubishi UFJ Financial Group) menyatakan, serangan di Laut Merah itu telah menyebabkan “pengalihan perdagangan internasional terbesar dalam beberapa dekade”.

Menurut data Konferensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Perdagangan dan Pembangunan (Unctad), serangan tersebut telah mendorong lima perusahaan pelayaran kontainer terbesar di dunia, yang mewakili sekitar 65 persen kapasitas pengiriman global, menghentikan perjalanan melalui Terusan Suez. Lalu lintas pelayaran pun telah turun sekitar 39 persen sejak awal Desember, sehingga menyebabkan penurunan 45 persen tonase muatan.

Dampaknya adalah melonjaknya harga yang dikenakan untuk mengirimkan barang antara Asia ke Eropa karena kapal-kapal harus melipir-mengelilingi benua Afrika.

“Pentingnya Terusan Suez dan Laut Merah bagi perdagangan global tidak dapat disepelekan,” kata Fabrice Maille, kepala pelayaran global di London Stock Exchange Group (LSEG). “Karena itu, dampak konflik ini sangat besar, menyebabkan pengambilan keputusan yang sangat sulit terkait biaya dan risiko keamanan,” ujar Maille.

Menurut data LSEG, pengalihan pelayaran itu telah meningkatkan waktu transit kapal tanker Suezmax dari rata-rata 16 menjadi 32 hari.

Perjalanan yang lebih panjang itu selain menambah waktu setidaknya 10 hari juga merugikan perusahaan senilai jutaan dolar. Biaya rata-rata pengiriman dari Shanghai di China ke Inggris telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak awal Desember 2023, dan biaya pengiriman ke Eropa meningkat lebih dari tiga kali lipat.

Mengapa Laut Merah begitu penting?

Setiap kapal yang melewati Terusan Suez menuju atau dari Samudera Hindia harus melalui selat Bab al-Mandab dan Laut Merah. Terusan Suez merupakan jalur laut tercepat antara Asia dan Eropa dan sangat penting dalam pengangkutan minyak dan gas alam cair (LNG).

Menurut data Vortexa, perusahaan analisis pengangkutan, sekitar sembilan juta barel minyak per hari dikirim melalui Terusan Suez pada paruh pertama tahun 2023.

Baca juga: Sejarah Nama Laut Merah

Analis di S&P Global Market Intelligence mengatakan, hampir 15 persen barang yang diimpor ke Eropa, Timur Tengah, dan Afrika Utara dikirim dari Asia dan Teluk melalui laut. Jumlah itu termasuk 21,5 persen minyak olahan dan lebih dari 13 persen minyak mentah.

Namun ini bukan hanya tentang minyak. Kapal-kapal kontainer membawa segala macam barang konsumsi yang bisa Anda lihat di berbagai toko pajangan, termasuk TV, pakaian, sepatu olahraga, dan peralatan olahraga.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Dari Mana Hamas Memperoleh Senjata?

Dari Mana Hamas Memperoleh Senjata?

Internasional
Perjalanan Hubungan Israel dan Iran, dari Sekutu Jadi Musuh

Perjalanan Hubungan Israel dan Iran, dari Sekutu Jadi Musuh

Internasional
Siapa Pemasok Terbesar Senjata untuk Israel?

Siapa Pemasok Terbesar Senjata untuk Israel?

Internasional
Apa Saja Jenis Persenjataan Militer Israel dan dari Mana Pasokannya?

Apa Saja Jenis Persenjataan Militer Israel dan dari Mana Pasokannya?

Internasional
Seberapa Kuat Militer Iran?

Seberapa Kuat Militer Iran?

Internasional
Serangan Iran ke Israel Tampaknya Direncanakan untuk Gagal

Serangan Iran ke Israel Tampaknya Direncanakan untuk Gagal

Internasional
Bagaimana Israel dan Sekutunya Cegat Lebih dari 300 Rudal dan Drone Iran?

Bagaimana Israel dan Sekutunya Cegat Lebih dari 300 Rudal dan Drone Iran?

Internasional
Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Seberapa Dekat Israel Singkirkan Hamas?

Internasional
Mengenal Sistem Pertahanan Iron Dome Israel

Mengenal Sistem Pertahanan Iron Dome Israel

Internasional
30 Tahun Genosida Rwanda yang Menewaskan 800.000 Orang

30 Tahun Genosida Rwanda yang Menewaskan 800.000 Orang

Internasional
Seberapa Berpengaruh Greta Thunberg?

Seberapa Berpengaruh Greta Thunberg?

Internasional
Trump Dituduh Menjual Alkitab untuk Kebutuhan Kampanye

Trump Dituduh Menjual Alkitab untuk Kebutuhan Kampanye

Internasional
Belajar dari Cara Taiwan Menghadapi Gempa Bumi

Belajar dari Cara Taiwan Menghadapi Gempa Bumi

Internasional
Korupsi dan Kecurangan Pemilu, Alasan AS Jatuhkan Sanksi pada Zimbabwe

Korupsi dan Kecurangan Pemilu, Alasan AS Jatuhkan Sanksi pada Zimbabwe

Internasional
Bagaimana AI Digunakan Israel Dalam Perang Melawan Hamas?

Bagaimana AI Digunakan Israel Dalam Perang Melawan Hamas?

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com