10 Sikap Toleransi Genghis Khan di Balik Kekejaman Perang Pasukan Mongol

Kompas.com - 11/09/2021, 22:51 WIB

Panglima perang yang terkenal kejam ini segera mengangkatnya menjadi perwira di pasukannya. "Jebe" yang artinya panah, demikian Khan memanggilnya. Kemudian, ia menjadi salah satu komandan lapangan Mongol yang hebat.

Baca juga: Temujin dan Gelar Genghis Khan dalam Sejarah Kerajaan Mongol

3. Kota yang ditaklukkan

Setelah merebut sebuah kota, Genghis Khan akan meninggalkan beberapa pejabat untuk mengawasi masalah kota, dan pada dasarnya membiarkan orang-orang melanjutkan hidup mereka, asalkan setia kepada Kekaisaran Mongol.

4. Promosi jabatan

Sistem feodal kuno di seluruh Asia biasanya akan menghadiahi hak istimewa kecenderungan kepada putra bangsawan atau garis keturunan. Namun, pemimpin Kekaisaran Mongol ini memberikan hak jabatan pasukannya berdasarkan pencapaian dan kesetiaan mereka secara individu.

5. Melarang perbudakan

Genghis Khan memahami kepahitan dan ketegangan ekonomi yang diciptakan oleh perbudakan.

Dia pernah menjadi budak selama masa remajanya, ketika dia dan istrinya Börte ditangkap oleh klan saingan.

Jadi, ketika pemimpin ini mulai menyatukan suku-suku Mongol, dia melarang pasukannya melanjutkan praktik perbudakan.

Baca juga: 10 Pemimpin Terhebat dalam Sejarah Peradaban Dunia dari Alexander Agung hingga Raja Tut

6. Hukum universal

Genghis Khan menciptakan sistem hukum yang dikenal sebagai Yassa, yaitu melarang pencurian, perzinahan, pertumpahan darah, dan memberikan kesaksian palsu.

Disebutkan juga bahwa Kekaisaran Mongol melarang pasukannya mencemari sungai, seperti mandi di sana. Pemimpin yang terkenal kejam ini juga mengharuskan para tentara tidak mengambil apa pun yang telah mereka jatuhkan ke tanah.

7. Sistem penulisan universal 

Untuk menegakkan hukumnya, Genghis Khan memerintahkan pembuatan sistem penulisan berdasarkan alfabet Uighur. Itu bukan sistem penulisan pertama di Asia, tapi itu yang pertama diadopsi dan diajarkan secara luas kepada orang-orang.

8. Perdagangan bebas di Jalan Sutra

Genghis Khan percaya pada kekuatan pemersatu dari perdagangan luar negeri, serta menggunakannya untuk mendapatkan pengetahuan yang berharga, dengan banyak mata-matanya menyamar sebagai pedagang.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Kenapa China Disebut Tiongkok di Indonesia

Sejarah Kenapa China Disebut Tiongkok di Indonesia

Internasional
Daftar Negara Bagian di Benua Australia dan Ibu Kotanya

Daftar Negara Bagian di Benua Australia dan Ibu Kotanya

Internasional
7 Sebab Kenapa di Amerika Tidak Ada Motor atau Tak Populer

7 Sebab Kenapa di Amerika Tidak Ada Motor atau Tak Populer

Internasional
Daftar Negara Bagian Amerika Serikat dan Ibu Kotanya

Daftar Negara Bagian Amerika Serikat dan Ibu Kotanya

Internasional
Kenapa di Amerika Tidak Boleh Makan Kangkung? Ini Sebab dan Aturannya

Kenapa di Amerika Tidak Boleh Makan Kangkung? Ini Sebab dan Aturannya

Internasional
Kenapa di Amerika Sering Terjadi Penembakan Saat Musim Panas? Ini 3 Sebabnya

Kenapa di Amerika Sering Terjadi Penembakan Saat Musim Panas? Ini 3 Sebabnya

Internasional
9 Contoh Genosida di Dunia dan Dugaan Kasusnya

9 Contoh Genosida di Dunia dan Dugaan Kasusnya

Internasional
Profil Gustavo Petro, Mantan Pemberontak yang Jadi Presiden Kolombia

Profil Gustavo Petro, Mantan Pemberontak yang Jadi Presiden Kolombia

Internasional
Siapa Julian Assange dan Apa Itu WikiLeaks?

Siapa Julian Assange dan Apa Itu WikiLeaks?

Internasional
Apakah China Akan Menyerang Taiwan? Ini 4 Skenarionya

Apakah China Akan Menyerang Taiwan? Ini 4 Skenarionya

Internasional
Sejarah Internet Explorer hingga Pensiun, Dulu Andalan Kini Dilupakan

Sejarah Internet Explorer hingga Pensiun, Dulu Andalan Kini Dilupakan

Internasional
50 Tahun Skandal Watergate, Sejarah dan Kasus Besar Presiden AS Richard Nixon

50 Tahun Skandal Watergate, Sejarah dan Kasus Besar Presiden AS Richard Nixon

Internasional
Ratu Elizabeth di Posisi Kedua Raja yang Paling Lama Berkuasa di Dunia, Siapa yang Pertama?

Ratu Elizabeth di Posisi Kedua Raja yang Paling Lama Berkuasa di Dunia, Siapa yang Pertama?

Internasional
Saat Mahatma Gandhi Dilempar dari Kereta Api Afrika, lalu Cetuskan Pembangkangan Sipil Pertamanya...

Saat Mahatma Gandhi Dilempar dari Kereta Api Afrika, lalu Cetuskan Pembangkangan Sipil Pertamanya...

Internasional
Perang Ethiopia-Tigray: Kronologi, Penyebab Konflik, dan Situasi Terkini

Perang Ethiopia-Tigray: Kronologi, Penyebab Konflik, dan Situasi Terkini

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.