Rahasia Kekuatan Perang Pasukan Kekaisaran Mongol dalam Menaklukkan Asia

Kompas.com - 10/09/2021, 12:34 WIB

Kemudian, Khan juga merekrut tentara dari negara-negara yang ditaklukkan, dan melatih mereka untuk berperang demi Kekaisaran Mongol.

Untuk menjaga kesetiaan para tentara baik dari bangsa asli maupun di luar Mongolia, Genghis Khan membudayakan untuk memperlakukan prajuritnya dengan baik, menghormati mereka, serta memanggil mereka dengan nama yang baik.

Para pemimpin Kekaisaran Mongol juga akan mempromosikan mereka ke kedudukan lebih tinggi berdasarkan prestasi, dari pada senioritas klan, seperti yang terjadi sebelum era Genghis Khan.

Barang rampasan perang dibagikan secara merata. Bahkan disebutkan oleh World History, ada badan khusus, "jarqu", yang memastikan barang rampasan didistribusikan dengan benar.

Barang rampasan mereka misalnya, kuda, budak, logam mulia, tekstil, barang-barang manufaktur berkualitas tinggi, dan bahakan makanan.

Komandan bisa berharap untuk menerima rampasan dan tanah atau upeti dari orang-orang yang ditaklukkan.

Prajurit yang dapat mengharapkan imbalan adalah semua pria yang menjalankan wajib militer dari 14 hingga 60 tahun.

Sementara itu, Genghis Khan juga keras untuk mendisiplinkan setiap prajurit atau komandan yang tidak mematuhi perintahnya.

Mereka akan dihukum berat, hukuman cambuk menjadi metode yang paling umum untuk pelanggaran seperti mundur ketika tidak diperintahkan, atau tidur ketika bertugas jaga.

Baca juga: 10 Pemimpin Terhebat dalam Sejarah Peradaban Dunia dari Alexander Agung hingga Raja Tut

Pelatihan dan senjata

Prajurit perang Mongol dipersiapkan sejak masa kanak-kanak berkat tradisi yang mengharuskan semua anak laki-laki dan perempuan berpartisipasi dalam kompetisi atletik, pacuan kuda, gulat, berburu, dan memanah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
STAND UP COMEDY INDONESIA
Stand Up Wendi: Baru Pertama Ketemu Pramugari, Udah Diminta Pertanggungjawaban | SUCI Playground
Stand Up Wendi: Baru Pertama Ketemu...
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Kenapa China Disebut Tiongkok di Indonesia

Sejarah Kenapa China Disebut Tiongkok di Indonesia

Internasional
Daftar Negara Bagian di Benua Australia dan Ibu Kotanya

Daftar Negara Bagian di Benua Australia dan Ibu Kotanya

Internasional
7 Sebab Kenapa di Amerika Tidak Ada Motor atau Tak Populer

7 Sebab Kenapa di Amerika Tidak Ada Motor atau Tak Populer

Internasional
Daftar Negara Bagian Amerika Serikat dan Ibu Kotanya

Daftar Negara Bagian Amerika Serikat dan Ibu Kotanya

Internasional
Kenapa di Amerika Tidak Boleh Makan Kangkung? Ini Sebab dan Aturannya

Kenapa di Amerika Tidak Boleh Makan Kangkung? Ini Sebab dan Aturannya

Internasional
Kenapa di Amerika Sering Terjadi Penembakan Saat Musim Panas? Ini 3 Sebabnya

Kenapa di Amerika Sering Terjadi Penembakan Saat Musim Panas? Ini 3 Sebabnya

Internasional
9 Contoh Genosida di Dunia dan Dugaan Kasusnya

9 Contoh Genosida di Dunia dan Dugaan Kasusnya

Internasional
Profil Gustavo Petro, Mantan Pemberontak yang Jadi Presiden Kolombia

Profil Gustavo Petro, Mantan Pemberontak yang Jadi Presiden Kolombia

Internasional
Siapa Julian Assange dan Apa Itu WikiLeaks?

Siapa Julian Assange dan Apa Itu WikiLeaks?

Internasional
Apakah China Akan Menyerang Taiwan? Ini 4 Skenarionya

Apakah China Akan Menyerang Taiwan? Ini 4 Skenarionya

Internasional
Sejarah Internet Explorer hingga Pensiun, Dulu Andalan Kini Dilupakan

Sejarah Internet Explorer hingga Pensiun, Dulu Andalan Kini Dilupakan

Internasional
50 Tahun Skandal Watergate, Sejarah dan Kasus Besar Presiden AS Richard Nixon

50 Tahun Skandal Watergate, Sejarah dan Kasus Besar Presiden AS Richard Nixon

Internasional
Ratu Elizabeth di Posisi Kedua Raja yang Paling Lama Berkuasa di Dunia, Siapa yang Pertama?

Ratu Elizabeth di Posisi Kedua Raja yang Paling Lama Berkuasa di Dunia, Siapa yang Pertama?

Internasional
Saat Mahatma Gandhi Dilempar dari Kereta Api Afrika, lalu Cetuskan Pembangkangan Sipil Pertamanya...

Saat Mahatma Gandhi Dilempar dari Kereta Api Afrika, lalu Cetuskan Pembangkangan Sipil Pertamanya...

Internasional
Perang Ethiopia-Tigray: Kronologi, Penyebab Konflik, dan Situasi Terkini

Perang Ethiopia-Tigray: Kronologi, Penyebab Konflik, dan Situasi Terkini

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.