Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Saat Iran "Pamer" Rudal Baru untuk Unjuk Gigi dan Tujuan Dagang

Kompas.com - 19/02/2024, 15:23 WIB
Egidius Patnistik

Editor

KETIKA Iran melancarkan serangkaian serangan udara ke Irak, Suriah dan Pakistan pada pertengahan Januari lalu, Iran tidak hanya memamerkan jangkauan dan kecanggihan beberapa rudal balistik terbarunya. Iran juga tampaknya ingin menegaskan bahwa dirinya telah memasuki era baru, era di mana Iran dapat mengerahkan kekuatannya sesuai keinginannya dan, sebagai manfaat tambahan, memperkuat kredibilitasnya sebagai pemasok senjata yang penting.

Setidaknya dalam satu serangan yang diklaim Teheran menyasar kelompok teroris ISIS di Idlib, Suriah, Iran tampaknya menggunakan salah satu rudal jarak jauh dan tercanggihnya, Kheibar Shekan. Jangkauan dan akurasi rudal tersebut menarik perhatian para pejabat keamanan nasional di Eropa dan Israel, serta para ahli yang memantau kemajuan teknologi Iran. Demikian laporan New York Times yang ditulis dua wartawannya, Lara Jakes dan David E Sanger pada Januari lalu.

Kantor Berita Iran, Tasnim, ketika itu melaporkan bahwa rudal-rudal itu ditembakkan dari Iran selatan. Iran bisa saja menembakkan rudal-rudal tersebut dari Iran utara. Namun mereka sengaja menembakkannya dari selatan untuk melihat apakah rudal-rudal tersebut dapat mencapai jarak jangkauan yang diharapkan. Kantor berita itu juga mengklaim bahwa penembakan rudal ke wilayah Suriah itu itu merupakan “pesan” kepada Israel.

Produsen Senjata

Menurut laporan New York Times itu, kombinasi rudal terbaru dan armada dronenya, yang telah dibeli Rusia dalam jumlah ribuan unit untuk digunakan di Ukraina, telah membantu Iran menjadi produsen persenjataan paling canggih di Timur Tengah saat ini.

Keinginan Teheran untuk campur tangan, sebagai pemasok senjata bagi pasukan proksinya di kawasan dan kepada Moskwa, mungkin akan mempersulit perhitungan Amerika Serikat (AS). Pentagon mempertimbangkan pertanyaan yang menggantung terkait konflik yang semakin meluas di Timur Tengah: Apakah hal tersebut dapat menyebabkan konflik langsung dengan Iran?

Rencana AS melawan Iran sudah lama dibangun pada asumsi bahwa kemampuan Teheran terbatas untuk menimbulkan kerugian di luar wilayah perbatasannya.

Rudal-rudalnya diragukan keakuratannya, dan program dronenya masih baru. Senjata paling ampuhnya terhadap AS dan sekutu-sekutu AS sebagian besar adalah senjata siber. AS dan negara-negara Barat lebih memperhitungan ancaman dari China dan Rusia, setelah itu baru dari Iran. 

Namun kemampuan Iran untuk memproduksi ribuan drone mengejutkan banyak pejabat militer. Kini kemampuan rudalnya memaksa Barat memikirkan strategi pertahanan dan bagaimana meresponsnya.

Mark Esper, yang pernah menjabat sebagai salah satu menteri pertahanan Presiden Donald Trump pada Januari lalu mengatakan, “Iran memasok, mendukung, menginspirasi, mendanai semua kegiatan” yang telah mengganggu kehidupan di Timur Tengah dan sekitarnya, termasuk meningkatnya serangan Houthi di Laut Merah.

“Sejujurnya, kita harus bekerja sama dengan negara-negara demokrasi Barat dan negara-negara Arab, dan memikirkan rencana untuk berurusan dengan Iran guna menghentikan hal ini,” kata Esper kepada CNN.

Risiko yang dihadapi kawasan tersebut dan dunia adalah serangan seperti itu akan memicu perang yang lebih luas. Setelah Iran melancarkan serangan pesawat tak berawak terhadap apa yang disebutnya sebagai kelompok teroris di Pakistan pada Januari lalu itu, Pakistan mengatakan bahwa pihaknya telah membalas dengan serangan rudal terhadap ekstremis di Iran.

Dua wartawan New York Times itu menulis bahwa para diplomat dan pakar sepakat bahwa aksi Iran menembakkan rudal ke arah musuh-musuhnya sebagian merupakan pelampiasan kemarahan, sebagian merupakan peringatan dan sebagian lagi merupakan promosi penjualan kepada calon pelanggan.

Rudal Iran yang biasa digunakan, seperti yang dijual kepada pemberontak Houthi di Yaman atau kepada Hizbullah di Lebanon, dapat dikombinasikan dengan drone untuk melumpuhkan pertahanan udara. Namun Kheibar Shekan bisa menyerang lebih jauh dan lebih akurat dibandingkan rudal lain apa pun yang pernah dibuat Iran.

Kheibar Shekan, yang diluncurkan tahun 2022, merupakan rudal berbahan bakar padat yang dilengkapi sistem pemandu canggih untuk mengenai target. Rudal itu memiliki jangkauan 1.450 kilometer. Itu berarti rudal tersebut dapat menjangkau Israel jika ditembakkan dari Iran. Namun yang membuatnya menonjol dibanding persenjataan Iran lainnya adalah hulu ledaknya bisa gesit bermanuver berkat sirip aerodinamis kecil untuk menghindari setidaknya beberapa sistem pertahanan udara tradisional.

Penggunaan rudal itu, ketika pertama kali dilucurkan tahun 2022 dan yang dilakukan baru-baru ini, menunjukkan bahwa rudal itu adalah proyek favorit Korps Pengawal Revolusi Islam Iran, sebuah cabang militer Iran yang mengembangkan rudal secara terpisah, namun paralel, dengan program yang dijalankan Kementerian Pertahanan Iran.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com