Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengenal Apa Itu APEC dan Cara Kerjanya

Kompas.com - 14/11/2023, 22:37 WIB
Aditya Jaya Iswara

Editor

Penulis: DW Indonesia

SAN FRANCISCO, KOMPAS.com - Para pemimpin dari kelompok Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang beranggotakan 21 negara berkumpul minggu ini di San Francisco, AS.

Mereka yang hadir akan membicarakan cara memacu perekonomian dengan lebih baik. perdagangan dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Pasifik.

Namun yang bakal jadi sorotan kali ini malahan acara di sela-sela konferensi tingkat tinggi itu, yakni tatap muka antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden China Xi Jinping.

Baca juga: AS Terpilih Jadi Tuan Rumah APEC 2023

Konferensi tahun ini diadakan dengan latar belakang memburuknya hubungan antara China dan Amerika Serikat, serta gejolak global akibat perang Israel-Hamas dan invasi Rusia ke Ukraina.

Yuk kita bahas sekilas, apa APEC itu dan cara kerjanya:

Apa itu APEC?

APEC adalah singkatan dari Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik. Ini adalah sebuah forum untuk mempromosikan perdagangan, investasi dan pembangunan ekonomi antarnegara di sekitar Samudera Pasifik.

Dibentuk pada 1989, kelompok ini awalnya terdiri dari 12 anggota. Namun, kini berkembang menjadi 21 anggota termasuk China, Rusia, Jepang, AS, dan Australia.

Negara-negara anggota tersebut mempunyai dampak yang besar, dengan mencakup hampir 40 persen populasi global dan hampir separuh perdagangan dunia.

Konferensi para pemimpin tahunan ini mempertemukan para kepala negara dan para pemimpin ekonomi dan diplomatik terkemuka lainnya.

Namun, jangan berharap Rusia hadir tahun ini, karena Presiden Rusia Vladimir Putin menekan invasi negaranya ke Ukraina.

Staf Gedung Putih mengatakan, tujuan KTT tahun ini adalah untuk mencoba menjadikan perekonomian APEC lebih tangguh, khususnya dalam menghadapi isu-isu iklim yang semakin meningkat dan dampak pandemi global yang menewaskan jutaan orang dan membebani rantai pasokan.

Yuk, bahas acara utama dulu!

Ada hal penting dalam KTT tahun ini yang ditunggu-tunggu: Pertemuan antara Joe Biden dan Xi Jinping. Kedua pemimpin negara tersebut belum berbicara secara langsung sejak mereka bertemu November lalu pada KTT G20 di Bali, Indonesia. Banyak hal telah terjadi sejak saat itu yang meningkatkan ketegangan antara negara adidaya.

Pemerintahan Biden menembak jatuh balon mata-mata China yang melintasi benua Amerika awal tahun ini. Di lain pihak Pemerintah China diduga meretas e-mail Menteri Perdagangan AS Gina Raimondo.

Pemerintah AS juga membatasi ekspor chip komputer canggih ke China, dan berupaya memberikan bantuan pembangunan kepada negara-negara lain untuk melawan pengaruh China.

Ketegangan ini juga diperburuk oleh perang Rusia di Ukraina dan meningkatnya ketegasan China di Selat Taiwan.

Namun, perwakilan dari AS dan China semakin sering bertemu akhir-akhir ini, berupaya untuk mencairkan hubungan.

Meski begitu, pertemuan Biden-Xi diperkirakan tidak akan mengubah arah hubungan AS-China secara signifikan.

Baca juga: Sebagian Besar Anggota APEC Mengutuk Perang Ukraina

Seberapa besar efek APEC?

Forum ini memiliki ruang lingkup yang terbatas, berpusat pada perdagangan dan ekonomi. Tidak ada urusan militer dan tidak terbentuk oleh peristiwa yang mengubah dunia seperti perang.

Secara teknis mereka mempunyai sistem kekuatan "ekonomi” keanggotaan, bukan negara. Hal ini memberikan ruang bagi partisipasi baik Hong Kong yang dikuasai China maupun Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri.

Kekuatan APEC terletak pada kemampuannya mengajak negara-negara untuk bekerja sama dalam inisiatif-inisiatif besar dan memudahkan hubungan bisnis tanpa perjanjian yang mengikat.

Para ekonom menunjukkan bagaimana APEC berkontribusi terhadap pengurangan tarif dan hambatan perdagangan lainnya.

Namun, lanskap perdagangan saat ini berbeda dibandingkan ketika APEC dimulai pada periode meningkatnya globalisasi.

Strategi AS selama ini terfokus pada persaingan ekonomi dengan China dibandingkan kerja sama, meskipun para pemimpin AS terus menekankan pentingnya kerja sama.

Biden sedang mencari kemitraan dengan negara-negara lain di kawasan untuk mengembangkan alternatif selain impor manufaktur China. Hal ini mencakup peralatan elektronik, mesin, furnitur, tekstil, dan barang-barang lainnya.

Biden juga mencoba menyoroti kemajuan dalam perjanjian perdagangan Indo-Pasifik baru, yang dimulai tahun lalu setelah mantan Presiden Donald Trump menarik diri dari Kemitraan Trans-Pasifik.

Dikutip dari situs Kementerian Luar Negeri RI, Konsul Jenderal RI di San Fransisco Prasetyo Hadi berharap KTT APEC dapat memfasilitasi penguatan kerja sama dan integrasi ekonomi antarsesama anggota di kawasan Asia Pasifik, serta peningkatan kapasitas, di mana Indonesia dapat terus memproyeksikan kepentingannya dan mengamankan posisinya secara adil dan sehat dalam sistem terbuka hubungan ekonomi internasional.

Baca juga: KTT APEC Diwarnai Dugaan Uji Coba Rudal Korea Utara dan Demo

Gesekan

Konferensi ini mempunyai tantangan dan momen penuh drama dalam beberapa tahun terakhir.

Forum ini bertemu secara virtual pada 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19. Para pemimpin memang berkumpul di Bangkok, Thailand, tahun lalu tetapi Biden melewatkan pertemuan tersebut karena cucunya akan menikah dan dia mengirim Wakil Presiden Kamala Harris untuk menggantikannya.

Keputusan itu dianggap sebagai penghinaan oleh beberapa pemimpin APEC. Kemudian, delegasi dari Amerika Serikat dan empat negara lainnya keluar untuk memprotes invasi Rusia ke Ukraina ketika perwakilan Rusia di konferensi tersebut mulai berbicara.

Chile mengundurkan diri sebagai tuan rumah APEC pada 2019 karena protes massal. Tahun lalu, ketika Thailand menjadi tuan rumah KTT di Bangkok, pengunjuk rasa pro-demokrasi menantang legitimasi Perdana Menteri Thailand, sehingga polisi menembaki massa dengan peluru karet yang melukai beberapa pengunjuk rasa dan seorang jurnalis Reuters.

Tahun ini mungkin pertemuan tingkat tinggi ini akan menimbulkan gesekan terkait perang Israel-Hamas.

Berbagai negara yang terlibat dalam KTT tersebut memiliki pandangan yang kuat terhadap kedua pihak yang berkonflik.

Biasanya pada akhir pertemuan puncak terdapat semacam pernyataan bersama dari semua negara, namun hal tersebut tidak akan dilakukan pada tahun ini, sebagian karena perbedaan-perbedaan pandangan tersebut.

Ada juga beberapa intrik: Taiwan sekali lagi akan diwakili di pertemuan puncak oleh pendiri Taiwan Semiconductor Manufacturing Co, Morris Chang.

Kurangnya peran politik dalam negeri pria berusia 92 tahun ini memungkinkan dia bertemu dengan para pemimpin dunia tanpa takut akan dampak dari China.

Sementara itu, Hong Kong akan diwakili oleh Menteri Keuangan Paul Chan. Kepala eksekutif negara itu, John Lee, yang tengah berada di bawah sanksi AS karena perannya dalam tindakan keras politik di Hong Kong, memilih tidak hadir dalam KTT tersebut, dengan alasan jadwal yang bentrok.

Baca juga: Xi dan Kishida Bertemu di Sela KTT APEC Thailand Saat Ketegangan Meningkat soal Taiwan

Potensi pemerintah AS bakalan shutdown juga dapat terjadi dalam konferensi ini: Pemerintah akan kehabisan uang pada Jumat (17/11/2023) tanpa adanya perjanjian pendanaan antara Kongres AS dan Presiden AS.

Hal tersebut merupakan pengingat akan disfungsi politik AS, sama seperti Biden yang berupaya memproyeksikan keandalan AS.

Lembaga pemeringkat kredit Moody's Investors Service menurunkan prospek utang Pemerintah AS pada Jumat menjadi "negatif,” dengan alasan kenaikan suku bunga dan polarisasi politik di Kongres AS.

Forum "fesyen"

Di akhir KTT APEC, para pemimpin biasanya berfoto bersama dalam sebuah "foto keluarga.”

Pada pertemuan tingkat pemimpin pertama tiga dekade lalu, Presiden AS Bill Clinton, yang menjadi tuan rumah di Seattle, AS, membagikan jaket bomber kulit yang serupa dengan yang dikenakan oleh pilot pesawat tempur Amerika.

Dia sepertinya ingin sesama pemimpin VIP lainnya tampak "santuy" dan akhirnya gaya busana unik ketika berfoto bersama pun jadi tradisi.

Sejak itu, para pemimpin APEC berpose bersama dengan mengenakan misalnya: Kemeja batik (Malaysia, 1998), jaket China (Shanghai, 2001), ponco melambai (Chile, 2004) dan tunik "ao dai” (Vietnam, 2006), barong Filipina dengan kemeja bersulam sebagian tembus pandang yang terbuat dari serat nanas dan sutra, ditampilkan pada pertemuan puncak 1996 dan sekali lagi pada 2015.

Tidak diketahui apakah pakaian matching seperti itu akan kembali hadir tahun ini. Terakhir kali AS menjadi tuan rumah konferensi tersebut, di Hawaii pada 2011, Presiden AS Barack Obama membatalkan gagasan tersebut.

Seorang reporter bertanya apakah tradisi itu dibatalkan karena tradisi tersebut dirasa terlalu ringan di tengah kekhawatiran terhadap perekonomian. Enggak juga sih, Obama cuma merasa pakaian matching seperti itu terlihat "malu-maluin" saja.

Baca juga: Korut Luncurkan Rudal, AS Ajak 5 Negara Gelar Pertemuan Darurat di Sela KTT APEC

Artikel ini pernah dimuat di DW Indonesia dengan judul KTT APEC Berlangsung Pekan ini di AS. Apa sih APEC itu?

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.



Terkini Lainnya

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Mampukah Taiwan Pertahankan Diri jika China Menyerang?

Internasional
Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Kematian Presiden Raisi Membuat Warga Iran Terbagi Jadi Dua Kubu

Internasional
Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Amelia Earhart, Perempuan Pertama yang Melintasi Atlantik

Internasional
Sosok Jacob Zuma, Mantan Presiden Afrika Selatan yang Didiskualifikasi dari Pemilu Parlemen

Sosok Jacob Zuma, Mantan Presiden Afrika Selatan yang Didiskualifikasi dari Pemilu Parlemen

Internasional
Iran Setelah Presiden Ebrahim Raisi Tewas, Apa yang Akan Berubah?

Iran Setelah Presiden Ebrahim Raisi Tewas, Apa yang Akan Berubah?

Internasional
Apa Itu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Mengapa ICC Mempertimbangkan Surat Perintah Penangkapan bagi Pemimpin Israel dan Hamas?

Apa Itu Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan Mengapa ICC Mempertimbangkan Surat Perintah Penangkapan bagi Pemimpin Israel dan Hamas?

Internasional
Tsai Ing-wen, Mantan Presiden Taiwan yang Dicintai Rakyat

Tsai Ing-wen, Mantan Presiden Taiwan yang Dicintai Rakyat

Internasional
Apa Tujuan Asli Putin Menginvasi Ukraina?

Apa Tujuan Asli Putin Menginvasi Ukraina?

Internasional
Siapa Ebrahim Raisi, Presiden Iran yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter?

Siapa Ebrahim Raisi, Presiden Iran yang Tewas dalam Kecelakaan Helikopter?

Internasional
Hubungan Israel-Mesir Memburuk Setelah Israel Duduki Perbatasan Rafah

Hubungan Israel-Mesir Memburuk Setelah Israel Duduki Perbatasan Rafah

Internasional
Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Minim Perlindungan, Tahanan di AS yang Jadi Buruh Rawan Kecelakaan Kerja

Internasional
Siapa 'Si Lalat' Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Siapa "Si Lalat" Mohamed Amra, Napi yang Kabur dalam Penyergapan Mobil Penjara di Prancis?

Internasional
Pemungutan Suara di Paris Bikin Pulau Milik Perancis di Pasifik Mencekam, Mengapa?

Pemungutan Suara di Paris Bikin Pulau Milik Perancis di Pasifik Mencekam, Mengapa?

Internasional
Perjalanan Hubungan Rusia-China dari Era Soviet sampai Saat Ini

Perjalanan Hubungan Rusia-China dari Era Soviet sampai Saat Ini

Internasional
Pertemanan Rusia-China Makin Erat di Tengah Tekanan Barat

Pertemanan Rusia-China Makin Erat di Tengah Tekanan Barat

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com