Rahasia "Cantik" Mumi Xin Zhui dari China Kuno, Beda dari Mesir Punya

Kompas.com - 28/08/2021, 04:14 WIB
Rekonstruksi artistik Xin Zhui, bangsawan wanita China kuno dari Dinasti Han. (Flazaza/Wikimedia Commons via History Daily) Flazaza/Wikimedia Commons via History DailyRekonstruksi artistik Xin Zhui, bangsawan wanita China kuno dari Dinasti Han. (Flazaza/Wikimedia Commons via History Daily)

KOMPAS.com - Di perbukitan Mawangdui, dekat kota Changsha di China pada 1971, ditemukan sebuah makam kuno berusia 2.200.

Makam itu milik pasangan bangsawan dari Dinasti Han, Li Cheng dan Xin Zhui, yang diisi dengan sejumlah patung emas dan perak, perhiasan, serta pakaian sutra halus.

Di antara temuan itu, penemuan mayat Xin Zhui yang diawetkan menjadi mumi yang paling menarik perhatian. Meski sudah berumur ribuan tahun lalu, tubuhnya masih terawat "cantik", seperti baru saja meninggal.

Xin Zhui juga dikenal sebagai Lady Dai, karena suaminya, Li Cheng adalah seorang penguasa di wilayah Dai yang sekarang bernama Changsha, selama Dinasti Han.

Baca juga: CT Scan Patung Buddha Berusia Seabad Ungkap Keberadaan Mumi Biksu

Melansir All Thats Interesting, mayat Lady Dai berubah mulai memburuk segera setelah oksigen menyentuh tubuhnya. Disebutkan bahwa gambar mumi Xin Zhui saat ini tidak sesuai dengan penemuan awalnya.

Kondisi mumi Xin Zhui berbeda jauh dari mumi Mesir pada umumnya yang pernah ditemukan, di mana tubuhnya hingga jaringan tubuh pasti kering, dan biasanya menggunakan garam dalam proses pengawetannya.

Saat pertama kali mumi Xin Zhui diotopsi, ditemukan bahwa semua organnya utuh dan pembuluh darahnya masih menyimpan darah tipe A.

Pembuluh darah ini juga mengungkapkan penyebab resmi kematiannya pada 163 SM, adalah serangan jantung di usia 50-an tahun.

Namun, penyakit lainnya juga ditemukan dalam tubuh mumi Xin Zhui, meliputi batu empedu, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan penyakit hati.

Ahli patologi bahkan menemukan 138 biji melon yang dicerna dengan dengan baik di perut dan ususnya.

Menurut ahli, biji-bijian seperti itu biasanya membutuhkan waktu satu jam untuk dicerna, sehingga diasumsikan bahwa sebelum satu jam Xin Zhui melahap melon itu, ia meninggal.

Baca juga: Perempuan Berdaya: Xin Zhui, Mumi Cantik Terawat Berusia Ribuan Tahun dari Zaman China Kuno

Lalu, apa rahasia "cantik" dari mumi Xin Zhui ini?

Para peneliti mengungkapkan bahwa rahasia "cantik" mumi Xin Zhui itu terletak di dalam makamnya. Para peneliti pun memuji makam China kuno itu.

Melansir Lady Dai 101, makam bangsawan wanita China kuno ini kedap udara dengan bangunan makam yang rumit dan detail. Makamnya dibangun setinggi hampir 3 meter, panjang dan lebar 6 meter, dikubur sedalam 12 meter, dan ditimbun tanah setinggi 15 meter.

Di sekeliling ruang pemakaman diisi dengan 5 ton arang dan tanah liat putih setebal satu meter yang dikenal sebagai kaolin.

Para arkeolog percaya bahwa cara tersebut menahan air, udara dan bakteri penyebab pembusukan masuk.

Jasad Lady Dai ditempatkan di dalam peti mati 4 lapis, yang memiliki ukuran luar semakin besar.

Peti mati ini memiliki ukiran yang indah dengan dilapisi oleh getah pohon pernis untuk membuat kayunya tahan lama.

Di dalam peti mati yang terkecil jasad Lady Dai berada. Tubuhnya dibungkus rapat dalam 22 lapisan kain sutra dan terendam dalam cairan misterius, yang ketika diuji mengandung asam dan magnesium.

Gambaran makam Xin Zhui. [Via All Thats Interesting]Via All Thats Interesting Gambaran makam Xin Zhui. [Via All Thats Interesting]

Baca juga: Dua Mumi Anak Singa Gua Zaman Es Ditemukan dalam Kondisi Sangat Baik, Masih Berbulu

Sebuah manuskrip China kuno "Long Lost Elixir" yang dikutip dari Lady Dai 101 mengungkapkan pembalseman mumi Xin Zhui.

Jasad Xin Zhui lebih dahulu dimandikan untuk kemudian dibungkus kain sutra belapis-lapis secara rapat.

Di dalam peti mati mayat Lady Dai dituangkan cairan cairan seperti rum berwarna coklat kemerahan. Banyak ilmuwan menganggap cairan itu sebagai "obat mujarab yang telah lama hilang untuk mengawetkan daging manusia".

Setelah dilakukan analisis kimia lebih lanjut, cairan peti mati itu ditemukan kandungan asam dengan jejak cinnabar, merkuri sulfat atau obat China kuno, yang secara luas dikenal sebagai ramuan kehidupan abadi yang dikonsumsi oleh Qin Shi Huang.

Qin Shi Huang adalah kaisar pertama dari Dinasti Qin (221 – 206 SM) yang mempersatukan daratan China, dengan menaklukan 6 negara lainnya saat itu.

Secara keseluruhan para peneliti mumi Lady Dai menghabiskan waktu selama 4 dekade untuk menganalisis dan menafsirkan mayat utuh Xin Zhui itu.

Baca juga: 8 Mumi Kuno di Dunia dengan Kisah Tersembunyi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

8 Kerajaan Terbesar dalam Sejarah Dunia, Wilayah Kekuasaannya Membentang Lintas Benua

Internasional
5 Bencana yang Sebabkan Kepunahan Massal di Bumi

5 Bencana yang Sebabkan Kepunahan Massal di Bumi

Internasional
Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Tak Hanya Pangeran Andrew, Ini Bangsawan Inggris yang Telah Dilucuti Gelarnya

Internasional
Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Sejarah Nuklir Korea Utara: Rudal Balistik, Hipersonik, hingga 16 Kali Bom Hiroshima

Internasional
Sejarah Gajah Perang: 'Tank' Terbaik pada Zamannya dan Karakter Bertarungnya

Sejarah Gajah Perang: "Tank" Terbaik pada Zamannya dan Karakter Bertarungnya

Internasional
6 Januari 2021: Kronologi Kerusuhan Gedung Capitol pasca Pemilihan Presiden AS

6 Januari 2021: Kronologi Kerusuhan Gedung Capitol pasca Pemilihan Presiden AS

Internasional
Sejarah Perang Irak vs Amerika: Awal Invasi, Tewasnya Saddam Hussein, hingga Pertempuran Lawan ISIS

Sejarah Perang Irak vs Amerika: Awal Invasi, Tewasnya Saddam Hussein, hingga Pertempuran Lawan ISIS

Internasional
Perang Yaman: Kenapa Houthi Ingin Merebut Marib?

Perang Yaman: Kenapa Houthi Ingin Merebut Marib?

Internasional
Rata-rata 182,5 Cm, Kenapa Orang Belanda Tinggi-tinggi?

Rata-rata 182,5 Cm, Kenapa Orang Belanda Tinggi-tinggi?

Internasional
Hubungan China dan Taiwan: Awal Konflik, Perang, dan Ketegangan Baru

Hubungan China dan Taiwan: Awal Konflik, Perang, dan Ketegangan Baru

Internasional
10 Maskapai Terbaik Dunia Tahun 2021

10 Maskapai Terbaik Dunia Tahun 2021

Internasional
5 Produsen Pesawat Terbesar di Dunia

5 Produsen Pesawat Terbesar di Dunia

Internasional
10 Insiden Pesawat Hilang yang Masih Jadi Misteri Dunia

10 Insiden Pesawat Hilang yang Masih Jadi Misteri Dunia

Internasional
Navigasi Penerbangan Dunia: Bagaimana Cara Pesawat Tahu ke Mana Harus Pergi?

Navigasi Penerbangan Dunia: Bagaimana Cara Pesawat Tahu ke Mana Harus Pergi?

Internasional
Kisah Misteri Hilangnya Penerbang Perintis Amelia Earhart di Samudra Pasifik

Kisah Misteri Hilangnya Penerbang Perintis Amelia Earhart di Samudra Pasifik

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.