Kompas.com - 24/05/2021, 15:18 WIB

KOMPAS.com - Perkembangan musik jazz tak bisa lepas dari para musisi era awal jazz. Mereka berjuang mati-matian, memberi jiwa pada musik jazz hingga bisa terus terdengar sampai hari ini.

Musisi-musisi berikut ini memang telah tiada, tapi karyanya abadi. Jazz tak akan pernah sama tanpa kehadiran para legenda ini.

Duke Ellington (1899-1974)

Ellington dikenal sebagai salah komposer terbesar dalam sejarah musik jazz. Pemimpin Duke Ellington Orchestra ini punya lagu jazz yang paling banyak direkam.

Baca juga: Sejarah Musik Jazz, Salah 1 Aliran Musik Tertua di Dunia

Lagu-lagunya banyak menjadi hits dan terus didengarkan melintasi berbagai generasi. Mulai dari "Satin Doll", "Don't Get Around Much Anymore", "Mood Indigo", dan banyak lagi.

Pianis yang lahir di Washington D.C ini memang besar di era awal jazz. Tapi permainannya justru sangat modern. Ini terdengar di beberapa rekaman orkestranya, seperti Ellington in Newport, The Sacred Concerts, The Far East Suite, dan lainnya.

Louis Armstrong (1901-1971)

Armstrong tumbuh di New Orleans dengan masa kecil yang serba kekurangan. Tapi dengan terompet dan suara ikoniknya, Armstrong lekas menjelma menjadi bintang arus utama. Mendobrak batasan warna kulit yang masih jadi isu sensitif di masa itu.

Armstrong dikenal sebagai bintang jazz pertama di dunia, sekaligus terbesar sepanjang masa. Suara seraknya masih terus terdengar hingga detik ini. Salah satu komposisinya yang tak lekang dimakan zaman adalah "What a Wonderful World."

Baca juga: Sutradara Persembahkan Kemenangan Film Soul untuk Musik Jazz

Pria yang meninggal di New York City ini mengabdikan hidupnya untuk perkembangan jazz. Mengubah fokus musik jazz, dari yang awalnya improvisasi kolektif, menjadi solois individu.

Billie Holiday (1915-1959)

Lahir dengan nama Eleanora Fagan, Holiday adalah penyanyi jazz perempuan terbesar dalam sejarah. Kariernya yang pendek dan tragis tak serta-merta membuat namanya redup. Holiday termasuk nama yang diperhitungkan. Menjadi tonggak sejarah dalam kanon jazz.

Holiday yang juga dijuluki "Lady Day" ini, sukses secara komersial di tahun 1930-an. Ini berlanjut sampai bertahun-tahun kemudian. Hingga akhirnya Holiday berpulang pada 1959 karena penyakit sirosis.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber jazzfuel
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.