Ada Serangan Roket di Irak, Paus Fransiskus Minta Dirinya Didoakan

Kompas.com - 04/03/2021, 16:21 WIB
Dalam file foto Kamis 24 September 2015 ini, Paus Fransiskus berpidato di pertemuan gabungan Kongres di Capitol Hill di Washington, membuat sejarah sebagai Paus pertama yang melakukannya. Mendengarkan di belakang Paus adalah Wakil Presiden Joe Biden dan Ketua DPR John Boehner dari Ohio. AP/Carolyn KasterDalam file foto Kamis 24 September 2015 ini, Paus Fransiskus berpidato di pertemuan gabungan Kongres di Capitol Hill di Washington, membuat sejarah sebagai Paus pertama yang melakukannya. Mendengarkan di belakang Paus adalah Wakil Presiden Joe Biden dan Ketua DPR John Boehner dari Ohio.

VATICAN CITY, KOMPAS.com - Paus Fransiskus meminta doa kepada umat Katolik, setelah serangan roket terjadi jelang kunjungannya ke Irak.

Paus asal Argentina pada Rabu pagi waktu setempat (3/3/2021) mengatakan, dia akan melakukan ziarah selama tiga hari.

Dalam Audiensi Umum, dia menuturkan sudah menjadi kerinduannya untuk mengunjungi tanah Abraham, para martir gereja, dan mereka yang menderita di sana.

Baca juga: Tak Takut Kematian, Paus Fransiskus Ingin Meninggal di Roma

Paus Fransiskus akan mengunjungi para pemuka agama di Irak, dan berharap kunjungannya bisa meningkatkan semangat persaudaraan.

"Saya mohon kepada Anda agar menemani perjalanan apostolik ini dengan doa, supaya ada buah pengharapan dan jalan terbaik," kata dia.

Dilansir Vatican News, Paus berusia 84 tahun itu menuturkan masyarakat di negara tetangga Iran itu sudah menunggu kedatangannya.

Publik setempat dilaporkan sudah menunggu kedatangan mendiang Paus Yohanes Paulus II, namun urung terjadi.

"Mereka tidak boleh dikecewakan untuk kedua kalinya," ujar Paus Fransiskus, seraya mengulangi agar dia didoakan selama perjalanan dan kunjungan.

Diberitakan Rudaw, sebelum kunjungan Paus, 10 roket dilaporkan menghantam Pangkalan Ain al-Asad di Provinsi Anbar, yang menampung koalisi pimpinan AS.

Paus Yohanes Paulus II

Sebelumnya, almarhum Paus Yohanes Paulus II pernah mengungkapkan keinginannya berkunjung sebelum Tahun Yubileum Agung pada 2000.

Saat itu, Paus yang wafat pada 2 April 2005 tersebut ingin mendatangi Ur of the Chaldees, dan Tell el-Muqayyar.

"Di Tell el-Muqayyar di selatan Irak, menurut catatan Alkitab, adalah tempat Abraham mendengarkan suara Tuhan," kata dia.

Namun hingga wafat 16 tahun silam, Paus Yohanes Paulus II belum pernah menjejakkan kakinya di Irak.

Baca juga: Jelang Kunjungan Paus Fransiskus ke Irak, Paus Benediktus XVI Sampaikan Kekhawatiran



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejarah Hubungan Iran-Israel: dari Bersekutu hingga Jadi Lawan Mematikan

Sejarah Hubungan Iran-Israel: dari Bersekutu hingga Jadi Lawan Mematikan

Internasional
[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

[Biografi Tokoh Dunia] Jack the Ripper, Sosok Pembunuh Misterius Abad ke-19

Internasional
6 Tokoh Sejarah di Balik Kisah Pembunuhan Sadis

6 Tokoh Sejarah di Balik Kisah Pembunuhan Sadis

Internasional
[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

[Biografi Tokoh Dunia] Bapak Bahasa Italia, Dante Alighieri, yang Berpuisi Tentang Neraka, Api Penyucian, dan Surga

Internasional
Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Internasional
Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Nasib Para Mantan Juara Tinju Kenya, Hidup dalam Kemiskinan dan Depresi

Internasional
Kisah Perang Salib: Sejarah Perebutan Yerusalem Selama 200 Tahun

Kisah Perang Salib: Sejarah Perebutan Yerusalem Selama 200 Tahun

Internasional
Lingkungan Miskin di Brasil Terancam Krisis Kelaparan di Tengah Pandemi Covid-19

Lingkungan Miskin di Brasil Terancam Krisis Kelaparan di Tengah Pandemi Covid-19

Internasional
Jelang Ramadhan, Muslim Bulgaria Gelar Tradisi Sunatan Massal

Jelang Ramadhan, Muslim Bulgaria Gelar Tradisi Sunatan Massal

Internasional
5 Fakta Menarik Penerbangan Manusia Pertama di Luar Angkasa oleh Yuri Gagarin

5 Fakta Menarik Penerbangan Manusia Pertama di Luar Angkasa oleh Yuri Gagarin

Internasional
Inspirasi Energi: 5 Mobil Listrik Tercepat di Dunia pada 2021

Inspirasi Energi: 5 Mobil Listrik Tercepat di Dunia pada 2021

Internasional
Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul 'Dokter Hantu' yang Memakan Korban

Kasus Operasi Plastik Korea Selatan, Muncul "Dokter Hantu" yang Memakan Korban

Internasional
Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Intip Kisah Cinta Pangeran Philip dan Ratu Elizabeth II yang Bersemi dari Remaja

Internasional
[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

[TRIVIA] Ramadhan 2021, Ini Negara-negara dengan Waktu Puasa Tercepat dan Terlama di Dunia

Internasional
[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

[Biografi Tokoh Dunia] Narciso Ramos, Sang Diplomat Pendiri ASEAN

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X