Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Semakin Menegaskan Diri sebagai Produsen Senjata, Iran Kirim Ratusan Rudal Balistik ke Rusia

Kompas.com - 26/02/2024, 14:08 WIB
Egidius Patnistik

Penulis

IRAN semakin menegaskan diri sebagai produsen senjata paling canggih di Timur Tengah saat ini. Ribuan drone produksi Iran telah digunakan Rusia dalam perang di Ukraina. Dalam perkembangan terbaru, Iran mengirim sejumlah besar rudal balistik dari permukaan-ke-permukaan ke Rusia.

Laporan kantor berita Reuters pada 22 Februari menyebutkan, Iran menyediakan sekitar 400 rudal yang sebagian besar senjata balistik jarak pendek Fateh-110 untuk Rusia. Perkembangan itu tentu akan semakin mempererat kerja sama militer antara kedua negara yang terkena sanksi AS tersebut.

Menurut Reuters, pengiriman rudal-rudal tersebut dimulai pada awal Januari setelah kesepakatan diselesaikan dalam pertemuan akhir tahun lalu antara pejabat militer dan keamanan Iran dan Rusia di Teheran dan Moskwa. Seorang pejabat militer Iran, yang tidak mau namanya disebutkan, mengatakan bahwa setidaknya ada empat kali pengiriman rudal dan akan lebih banyak lagi dalam beberapa minggu mendatang. Pejabat senior Iran lainnya mengatakan, beberapa rudal dikirim ke Rusia dengan kapal melalui Laut Kaspia, sementara yang lainnya diangkut dengan pesawat.

Baca juga: Saat Iran Pamer Rudal Baru untuk Unjuk Gigi dan Tujuan Dagang

“Akan ada lebih banyak pengiriman,” kata seorang pejabat Iran. “Tidak ada alasan untuk menyembunyikannya. Kami diperbolehkan mengekspor senjata ke negara mana pun yang kami inginkan.”

Pembatasan Dewan Keamanan PBB terhadap ekspor sejumlah rudal, drone, dan teknologi Iran lainnya telah berakhir pada Oktober lalu. Namun, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa tetap mempertahankan sanksi terhadap program rudal balistik Iran di tengah kekhawatiran atas ekspor senjata ke proksi mereka di Timur Tengah dan Rusia.

Juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, John Kirby, mengatakan pada awal Januari, AS khawatir Rusia akan segera memperoleh senjata balistik jarak pendek dari Iran, selain rudal yang bersumber dari Korea Utara. Seorang pejabat AS mengatakan kepada Reuters bahwa Washington telah melihat bukti kemajuan dalam perundingan tetapi belum ada indikasi pengiriman telah dilakukan.

Jeffrey Lewis, pakar di Middlebury Institute of International Studies di Monterey, mengatakan keluarga rudal Fateh-110 dan Zolfaghar merupakan senjata presisi.

Tahun 2022, US Central Command memperkirakan Iran memiliki lebih dari 3.000 rudal balistik di gudang senjatanya. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah mengembangkan dan meningkatkan rudal kelas Fateh dengan meningkatkan presisi, jangkauan, daya rusak, dan kemampuan manuver. Rudal Fateh-110 yang memiliki jangkauan efektif 300 kilometer, dikenal sangat akurat, dan telah digunakan dalam serangan dari Iran ke Irak, Suriah, dan Pakistan.

Produksi rudal Iran telah melonjak selama 15 tahun terakhir. Selama itu pula, Iran beralih dari sikap defensif di Timur Tengah ke sikap di mana Garda Revolusi berperan lebih tegas di kawasan, termasuk menyokong militan Muslim Syiah lainnya di Irak, Lebanon, Suriah, dan Yaman.

Program rudal balistik Iran telah berkembang dari gudang rudal Scud, yang diperoleh dari Libya dan Korea Utara tahun 1980-an, menjadi senjata presisi yang dipandu oleh navigasi satelit dan GPS, atau pencari inframerah, untuk menyerang bangunan tertentu. Rudalnya terdiri dari rudal jarak menengah dan pendek, termasuk beberapa yang dirancang untuk menyerang sasaran di medan perang yang jaraknya hanya 20 kilometer.

Apa yang didapat Iran?

Hubungan Teheran dengan Moskwa membuahkan hasil bagi pemerintah Iran. Walau mendapat sanksi berat dari AS dan UE, perdagangan senjata dengan Rusia merupakan sumber pendapatan yang berharga bagi Republik Islam itu.

Behnam ben Taleblu, peneliti senior di Foundation for Defense of Democracies (FDD) menggambarkan “laporan transfer uang tunai dan emas, transfer senjata konvensional Barat, kesepakatan jet tempur, dan bahkan bantuan program luar angkasa Iran dari Rusia. Bagi Republik Islam yang toleran terhadap risiko, kemitraan dengan Rusia terus membuahkan hasil.”

Para analis mencatat bahwa beberapa kali sanksi Barat terhadap Iran, yang telah melumpuhkan perekonomian negara itu, belum cukup menghalangi Iran untuk terus menjual senjata mematikan ke Rusia yang kemudian digunakan Rusia di Ukraina.

"Kesepakatan rudal menunjukkan bahwa sekarang telah ada perjanjian buat Rusia mengirim sistem senjata canggih ke Iran. Rusia telah mengirimkan sebuah skuadron pesawat latih modern ke angkatan udara Iran pada September 2023, tahap pertama dalam kesepakatan yang juga mencakup jet tempur Sukhoi SU-35," tulis Eurasia Group.

Baca juga: Iran Tembakan Rudal Balistik Jarak Jauh Berbasis Kapal untuk Kali Pertama

Adanya Sukhoi SU-35 akan membuat Iran memiliki “pesawat tempur modern pertama dalam beberapa dekade yang secara signifikan memperluas kemampuannya di saat ketegangan meningkat dengan Israel dan AS,” kata laporan itu.

Iran terlibat konflik tidak langsung dengan Israel lewat Hamas yang sedang berperang di Jalur Gaza. Teheran berusaha menghindari konfrontasi langsung dengan Israel yang dapat menarik AS. Sementara sekutunya di Poros Perlawanannya – termasuk Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman – telah menyerang sasaran-sasaran milik Israel dan AS.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com