Begini Cara Presiden AS Mengaktifkan Tombol Nuklir, Bisa Saat Perang atau Sedang Marah

Kompas.com - 28/09/2021, 15:47 WIB
Seorang ajudan militer membawa koper nuclear football saat berjalan menuju helikopter Marine One, untuk berangkat bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2 Desember 2017 di Washington DC. GETTY IMAGES/MARK WILSON via AFPSeorang ajudan militer membawa koper nuclear football saat berjalan menuju helikopter Marine One, untuk berangkat bersama Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 2 Desember 2017 di Washington DC.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Isu tentang pengaktifan tombol nuklir oleh Presiden Amerika Serikat sempat gencar muncul ketika Donald Trump kalah dalam pilpres AS 2020.

Kala itu, Ketua DPR Nancy Pelosi sampai menghubungi jenderal tinggi Pentagon, Mark Milley, untuk memastikan Trump yang sedang kalut tidak menggunakan tombol nuklir.

Menurut konstitusi AS, presiden adalah satu-satunya orang yang memiliki wewenang utama untuk memerintahkan serangan nuklir.

Baca juga: Kisah Hisashi Ouchi, Manusia yang Dipaksa Hidup Tersiksa dengan Radiasi Besar di Tubuhnya

Tombol nuklirnya sendiri berupa kode rahasia, dan tidak ada satu orang pun selain presiden yang bisa ikut campur.

Kongres, para pemimpin Pentagon, barisan jenderal, apalagi warga sipil, tidak bisa mengintervensi keputusan presiden untuk mengaktifkan tombol nuklir.

Kantor berita AFP pada 8 Januari 2021 mewartakan, ke mana pun presiden AS bepergian, dia ditemani oleh seorang ajudan yang membawa Football Nuclear atau "koper nuklir".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tas itu berisi instruksi, rencana serangan, dan kode untuk memulai serangan nuklir yang hanya dapat digunakan oleh presiden.

Mengingat kebutuhan untuk mempertimbangkan tindakan, peralatan apa yang akan digunakan, dan target mana yang dipilih, keputusan seperti itu biasanya dilakukan dengan berkonsultasi dulu dengan kepala pertahanan.

Seorang ajudan militer membawa koper nuclear football yang berisi kode rahasia dan prosedur peluncuran serangan nuklir oleh presiden Amerika Serikat, untuk diangkut ke helikopter Marine One di South Lawn, Gedung Putih, 3 Februari 2017.AFP PHOTO/BRENDAN SMIALOWSKI Seorang ajudan militer membawa koper nuclear football yang berisi kode rahasia dan prosedur peluncuran serangan nuklir oleh presiden Amerika Serikat, untuk diangkut ke helikopter Marine One di South Lawn, Gedung Putih, 3 Februari 2017.
Akan tetapi, begitu presiden memutuskan - entah setelah banyak pertimbangan atau dalam keadaan marah - baik militer maupun Kongres tidak dapat menolak perintah ini, kata laporan pada Desember 2020 tentang komando dan kontrol nuklir dari Congressional Research Service.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Uji Coba Nuklir Terdahsyat Korea Utara

Pengaktifan tombol nuklir harus legal

Satu-satunya batasan pada presiden AS, dalam hal ini, adalah legalitas serangan. Hukum perang akan memungkinkan pejabat militer untuk menolak melaksanakan perintah dalam melakukan sesuatu yang ilegal.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Profil Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Kazakhstan

Profil Kassym-Jomart Tokayev, Presiden Kazakhstan

Internasional
Mengenal Pitch Drop, Eksperimen Laboratorium Terlama di Dunia

Mengenal Pitch Drop, Eksperimen Laboratorium Terlama di Dunia

Internasional
Mengenal Tamahagane, Logam Khusus Pembuat Samurai Jepang

Mengenal Tamahagane, Logam Khusus Pembuat Samurai Jepang

Internasional
Kisah This Man: Wajah Pria yang Muncul di Mimpi 2.000 Orang

Kisah This Man: Wajah Pria yang Muncul di Mimpi 2.000 Orang

Internasional
Bigfoot, Sejarah dan Mitosnya

Bigfoot, Sejarah dan Mitosnya

Internasional
6 Masalah di Korea Selatan yang Disorot dalam Squid Game

6 Masalah di Korea Selatan yang Disorot dalam Squid Game

Internasional
Kekejaman Salvator Riina, Mafia Sisilia Berjuluk 'Binatang'

Kekejaman Salvator Riina, Mafia Sisilia Berjuluk "Binatang"

Internasional
Kisah Pompeii, Kota di Italia yang Hilang Terkubur

Kisah Pompeii, Kota di Italia yang Hilang Terkubur

Internasional
4 Fakta Gila Friedrich Nietzsche

4 Fakta Gila Friedrich Nietzsche

Internasional
Legenda Izanagi dan Izanami yang Ciptakan Pulau-pulau di Jepang

Legenda Izanagi dan Izanami yang Ciptakan Pulau-pulau di Jepang

Internasional
Biografi Friedrich Nietzsche, Filsuf Kenamaan Jerman

Biografi Friedrich Nietzsche, Filsuf Kenamaan Jerman

Internasional
15 Oktober 1920: Mario Puzo, Penulis The Godfather Lahir

15 Oktober 1920: Mario Puzo, Penulis The Godfather Lahir

Internasional
Ranavalona I, Ratu Paling Kejam dari Kerajaan Madagaskar

Ranavalona I, Ratu Paling Kejam dari Kerajaan Madagaskar

Internasional
Proyek Kill Bill Vol 3, Akhir Karier Film Quentin Tarantino?

Proyek Kill Bill Vol 3, Akhir Karier Film Quentin Tarantino?

Internasional
Kisah di Balik Buku Detektif Legendaris Sherlock Holmes

Kisah di Balik Buku Detektif Legendaris Sherlock Holmes

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.