Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Surat Rahasia dari Pengusaha Perempuan Pertama di Dunia Ditemukan, Ini Isinya...

Kompas.com - 27/09/2021, 14:51 WIB
Aditya Jaya Iswara

Editor

ASSUR, KOMPAS.com - Sekitar 1870 SM, di kota Assur yang terletak di utara Irak, seorang perempuan bernama Ahaha mengungkap kasus penipuan keuangan.

Ahaha telah berinvestasi dalam perdagangan jarak jauh antara Assur dan kota Kanesh di Turki.

Ia dan mitra investornya mengumpulkan perak untuk membiayai karavan keledai yang mengirimkan timah dan tekstil ke Kanesh, di mana barang-barang itu akan dibarter dengan lebih banyak perak, menghasilkan keuntungan yang lumayan.

Baca juga: Surat Wasiat Pangeran Philip Dirahasiakan Selama 90 Tahun, Ini Sebabnya...

Akan tetapi, Ahaha tak menerima keuntungan yang semestinya ia dapatkan — kemungkinan karena digelapkan oleh salah satu saudara laki-lakinya, Buzazu.

Jadi, ia mengambil pena dan tablet yang terbuat dari tanah liat, kemudian menulis sebuah surat kepada saudara laki-lakinya yang lain, Assur-mutappil, dan meminta bantuan.

"Saya tak punya apa-apa selain dana ini," tulisnya dalam aksara paku.

"Berhati-hatilah bertindak supaya saya tidak hancur!"

Ia meminta Assur-mutappil mendapatkan kembali peraknya dan membalas suratnya.

"Biarkan suratmu datang pada saya dalam karavan berikutnya, dan menjelaskan apakah mereka membayarkan peraknya," tulisnya di tablet lain.

"Sekarang adalah waktu untuk membantu saya dan menyelamatkan saya dari tekanan finansial!"

Surat Ahaha adalah salah satu di antara 23.000 tablet tanah liat yang ditemukan dalam penggalian selama beberapa dekade terakhir di reruntuhan pemukiman pedagang di Kanesh.

Puluhan ribu tablet itu dimiliki oleh ekspatriat dari Asiria yang telah lama menetap di Kanesh dan terus melakukan korespondensi dengan keluarga mereka di Assur, yang berjarak enam pekan perjalanan menggunakan karavan keledai.

Sebuah buku yang baru saja diterbitkan memberikan wawasan baru tentang kelompok yang luar biasa dalam komunitas ini: perempuan yang mengambil peluang dari perubahan sosial dan ekonomi yang kala itu baru saja terjadi, dan mengambil peran yang biasanya oleh para pria.

Para perempuan ini menjadi pengusaha, bankir dan investor perempuan pertama dalam sejarah umat manusia.

Baca juga: Kisah Misteri, Teka-teki Pembajakan Pesawat DB Cooper dari Surat Petunjuk dan Area Baru

"Kuat dan mandiri"

Sebagian besar tablet tanah liat yang ditemukan di Kanesh merupakan surat, kontrak, dan putusan pengadilan.

Tablet itu diperkirakan berasal dari sekitar 1900-1850 SM, periode ketika jaringan perdagangan Assur berkembang pesat, yang berdampak pada kemakmuran di wilayah tersebut dan munculnya banyak inovasi.

Orang Asiria menemukan bentuk-bentuk investasi tertentu dan merupakan orang pertama yang menulis surat mereka sendiri, tanpa mendiktekannya pada penulis profesional.

Berkat surat-surat berusia puluhan abad ini, kita bisa mendengar suara perempuan yang bersemangat, yang memberi tahu kita bahwa bahkan di masa lalu, perdagangan dan inovasi bukanlah domain ekslusif pria.

ARCHEOLOGICAL MISSON OF KULTEPE/CECILE MICHELE via BBC INDONESIA Surat-surat itu, meski kecil, berisi banyak wawasan tentang dunia perdagangan kuno.
Ketika suami mereka sedang dalam perjalanan, atau melakukan transaksi di beberapa pemukiman perdagangan yang jauh, para perempuan menjalankan bisnis mereka di rumah.

Di samping itu, mereka juga mengumpulkan dan mengelola kekayaan mereka sendiri, dan secara bertahap memperoleh lebih banyak kedaulatan dalam kehidupan pribadi mereka.

"Para perempuan ini sangat kuat dan independen. Oleh karena mereka sendirian, mereka menjadi kepala keluarga ketika suami mereka tak ada di rumah," ujar Cécile Michel, peneliti senior di Pusat Penelitian Ilmiah Nasional (CNRS) di Perancis, yang juga penulis dari buku berjudul Women of Assur and Kanesh.

Halaman Berikutnya
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Terpopuler

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com