ASSUR, KOMPAS.com - Sekitar 1870 SM, di kota Assur yang terletak di utara Irak, seorang perempuan bernama Ahaha mengungkap kasus penipuan keuangan.
Ahaha telah berinvestasi dalam perdagangan jarak jauh antara Assur dan kota Kanesh di Turki.
Ia dan mitra investornya mengumpulkan perak untuk membiayai karavan keledai yang mengirimkan timah dan tekstil ke Kanesh, di mana barang-barang itu akan dibarter dengan lebih banyak perak, menghasilkan keuntungan yang lumayan.
Baca juga: Surat Wasiat Pangeran Philip Dirahasiakan Selama 90 Tahun, Ini Sebabnya...
Akan tetapi, Ahaha tak menerima keuntungan yang semestinya ia dapatkan — kemungkinan karena digelapkan oleh salah satu saudara laki-lakinya, Buzazu.
Jadi, ia mengambil pena dan tablet yang terbuat dari tanah liat, kemudian menulis sebuah surat kepada saudara laki-lakinya yang lain, Assur-mutappil, dan meminta bantuan.
"Saya tak punya apa-apa selain dana ini," tulisnya dalam aksara paku.
"Berhati-hatilah bertindak supaya saya tidak hancur!"
Ia meminta Assur-mutappil mendapatkan kembali peraknya dan membalas suratnya.
"Biarkan suratmu datang pada saya dalam karavan berikutnya, dan menjelaskan apakah mereka membayarkan peraknya," tulisnya di tablet lain.
"Sekarang adalah waktu untuk membantu saya dan menyelamatkan saya dari tekanan finansial!"
Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanSegera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.