Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ching Shih: Ratu Bajak Laut China Selatan Abad Ke-19

Kompas.com - 15/07/2021, 10:05 WIB
Shintaloka Pradita Sicca

Penulis

Pada September 1809 hingga Januari 1810, Armada Bendera Merah mengalami serangkaian kekalahan di tangan armada angkatan laut Portugis yang ditempatkan di pulau Makau.

Serangkaian pertempuran melawan Armada Bendera Merah itu dikenal dalam sejarah China sebagai "Pertempuran Mulut Harimau".

Pertempuran itu membuat Armada Bendera Merah menjadi lemah dan sulit bagi Ching Shih untuk melanjutkan bisnis bajak lautnya.

Setelah 3 tahun terkenal di laut lepas dan kalah dalam Pertempuran Mulut Harimau, Ching Shih akhirnya pensiun pada 1810 dengan menerima tawaran amnesti dari pemerintah China, yang memungkinkan dia dan Cheung Po Tsai untuk menyerah dan mempertahankan kekayaan yang diperoleh dari pembajakan.

Pasukan bajak lautnya juga diampuni dan kebanyakan dari mereka harus menyerahkan senjata mereka sebagai imbalan atas kebebasan mereka.

Baca juga: Perempuan Berdaya: 3 Wanita Viking Perkasa dalam Legenda

Akhir riwayat

Ching Shih dan Cheung Po Tsai meminta gubernur Guangdong, Zhang Bailing, untuk memutuskan hubungan ibu dan anak mereka, dan mengizinkan mereka menikah.

Mereka diizinkan untuk melakukannya dan Gubernur Bailing sendiri menjadi saksi dalam upacara pernikahan mereka.

Dari pernikahan itu, Ching Shih dan Cheng Po Tsai dikaruniai seorang putra dan putri pada 1813.

Pada 1822, setelah 9 tahun membangun keluarga, Cheung Po Tsai meninggal.

Kemudian, Ching Shih dan anak-anaknya pindah ke kota asalnya Guangzhou dan membuka rumah judi dan rumah bordil.

Pada 1844, di usia 69 tahun ia meninggal di tempat tidur dikelilingi keluarganya.

Ching Shih dikenang sebagai perempuan berdaya yang tangguh dan berkuasa, di mana kala itu jarang sosok pemimpin wanita.

Apalagi dalam duniaa kriminalitas di Asia, sangat sulit seorang wanita bisa naik ke puncak kepemimpinan, mengingat batasan sosial dan agama terhadap wanita.

Ching Shih dapat dikatakan sebagai pelopor pada zamannya, meski dalam arti yang negatif, sebagai seorang ratu bajak laut.

Disebutkan oleh The Famous People, keturunan Ching Shih masih tinggal di sekitar Makau dan terlibat dalam bisnis kasino.

Dalam film Disney "Pirates of the Caribbean", Ching Shih adalah inspirasi di balik karater "Mistress Ching", yang merupakan salah satu dari 9 raja bajak laut.

Baca juga: Perempuan Berdaya: Ambisi Ratu Isabella I di Balik Runtuhnya Kerajaan Muslim di Spanyol

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com