Oda Nobunaga: Panglima Perang Kejam yang Berambisi Menyatukan Jepang

Kompas.com - 14/06/2021, 08:49 WIB

Pada 1551, ayahnya Nobuhide meninggal dan dia menggantikannya sebagai kepala keluarga serta pengausa Nagoya kastil.

Baca juga: Sejarah Samurai: Jalan Pedang yang Akhirnya Teredam

Lahirnya kekuatan Nobunaga

Dengan menggunakan kastil sebagai markasnya, Nobunaga memperluas dominasinya. Awal keberhasilnya ditandai dengan meruntuhkan kota Kiyosu pada 1555.

Lalu pada 1559, ia merebut dan melenyapkan benteng Iwakura. Reputasi panglima perang yang kejam saat itu telah melekat padanya, setelah ia memerintahkan pembunuhan terhadap saudara laki-lakinya sendiri pada 1557.

Pada 1560, di Pertempuran Okehazama panglima perang Mikawa, Imagawa Yoshimoto (1519-1560), dikalahkan dan dibunuh ketika pasukan Nobunaga yang kalah jumlah melakukan pengepungan yang mengejutkan terhadap musuh.

Nobunaga berkembang untuk menjadi pemimpin militer Jepang yang paling ditakuti.

Baca juga: Sejarah 3 Samurai yang Dikenal sebagai Pemersatu Jepang

Mempersatukan Jepang

Pada 1568, Nobunaga berhasil menguasai ibu kota Heiankyo (Kyoto), dan kemudian ia mengangkat Ashikaga Yoshiaki sebagai shogun "boneka".

Lima tahun kemudian, Ashikaga diasingkan karena bersekongkol dengan musuh-musuh Nobunaga, sehingga mengakhiri shogun Ashikaga.

Pada 1579 dan sekarang menguasai seluruh Jepang tengah, Nobunaga mendirikan markas baru di kastil Azuchi yang megah di luar ibu kota di tepi Danau Biwa.

Nobunaga mampu mengalahkan panglima perang saingan dan memperluas kendali teritorialnya berkat pasukannya yang besar, yang dilengkapi dengan baik dan termasuk jenderal berbakat Toyotomi Hideyoshi, yang akan menjadi penerus Nobunaga.

Nobunaga adalah seorang inovator karena ia adalah salah satu pemimpin Jepang pertama yang mengadopsi senjata api dari Barat.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.