Cerita Wang Yan dan Haji Ma Ibrahim

Kompas.com - 12/07/2009, 06:21 WIB
Editor

Meski sudah turun-temurun menjadi pemeluk agama Islam, Ma Yu Jun mengaku baru berkesempatan menunaikan ibadah haji pada masa tuanya, tahun 2005 silam.

Sehari-hari Haji Ma Ibrahim adalah anggota Dewan Provinsi Guangdong yang tugasnya ”memberikan rekomendasi kepada restoran-restoran Muslim di provinsi” apakah mereka restoran makanan halal atau tidak.

Kemudian, lantaran ia imam masjid di Huaisheng, ia pun boleh dikata setiap hari ke masjid di sela-sela pertokoan padat di Guangzhou itu.

Kaum minoritas

Wang Yan dan Haji Ma Ibrahim hanyalah sekelumit contoh wajah terkini warga minoritas China yang kebetulan pemeluk Islam. Dari ciri-ciri penampilan luarnyaWang Yan berjilbab dan Haji Ma Yu Jun berjanggut dan kopiah putih kentara terlihat bahwa mereka di China pemeluk agama Islam.

Sangat kontras penampilannya jika Anda melihat betapa di jalanan kota-kota besar China saat ini lebih banyak warga berpenampilan modern. Tak beda dengan Jakarta, Hongkong, dan bahkan New York. Rambut gaya ”harajuku” warna-warni atau perempuan seksi dengan tank-top pun berkeliaran di mana-mana.

Berbeda dengan China pada tahun 1980-an ketika lelakinya masih terlihat memakai pakaian ”wajib” masa Sun Yat-sen, pakaian zhongshan, sementara perempuannya pakai qipao dengan celana panjang. Begitu zadul alias zaman dulu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jumlah pemeluk agama Islam di Chinameski menurut catatan resmiada sekitar 20 juta jiwa. Akan tetapi, jika dibandingkan dengan jumlah keseluruhan penduduk China yang 1,33 miliar jiwa, mereka masih tergolong minoritas.

Secara kebetulan, pemeluk agama Islam di China saat ini umumnya adalah warga kelompok-kelompok etnis minoritas. Meski sebenarnya Islam sudah mulai masuk ke China pada pertengahan abad ke-7 atau sekitar 1300 tahun silam.

Dengan segala keterbatasannya, agama Islam di China mampu menembus berbagai zaman, dari masa pemerintahan Dinasti Tang (651 M), Song, Yang, Ming, dan Dinasti Qing. Juga tetap bertahan pada masa China menjadi republik yang berhaluan komunis pada tahun 1949 dengan segala bentuk perubahannya. Sampai sekarang.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.