Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apakah Konflik Hezbollah-Israel Akan Semakin Memburuk?

Kompas.com - 06/06/2024, 20:46 WIB
Egidius Patnistik

Penulis

Sumber Reuters

KONFLIK antara Israel dan kelompok Hezbollah menuju ambang yang sangat berbahaya setelah keduanya saling serang selama lebih dari delapan bulan terakhir, yang dipicu oleh perang di Gaza. Permusuhan antara Israel dan Hezbollah terus meningkat dan kedua belah pihak mengisyaratkan kesiapan untuk konfrontasi yang lebih besar.

Departemen Luar Negeri AS mengatakan pada Selasa (4/6/2024) bahwa Washington tidak ingin melihat terjadinya perang besar-besaran antara kedua belah pihak dan sedang berusaha mencari solusi diplomatik, seraya menambahkan bahwa Israel punya hak untuk mempertahankan diri dari Hezbollah yang didukung Iran itu.

Baca juga: Hezbollah: Jika Israel Ingin Perang Habis-habisan, Kami Siap

Namun tekanan politik meningkat di Israel untuk mengambil tindakan yang lebih keras terhadap kelompok bersenjata berat di Lebanon tersebut.

Mengapa Israel dan Hezbollah Berseteru?

Hezbollah mulai terlibat baku tembak dengan Israel pada 8 Oktober 2023, sehari setelah kelompok Hamas di Gaza, yang berada di selatan Israel, menyerbu ke wilayah Israel dan menyerang warga Israel sehingga menewaskan sedikitnya 1.200 orang dan menyandara ratusan orang lainnya. Peristiwa itu kemudian memicu perang Gaza hingga saat ini.

Hezbollah, sekutu Hamas, mengatakan serangannya bertujuan untuk mendukung warga Palestina yang dibombardir Israel di Gaza.

Kekerasan itu merupakan bagian dari dampak regional perang Gaza, yang telah menarik kelompok-kelompok perlawanan yang didukung Iran di seluruh kawasan tersebut. Hezbollah secara luas dianggap sebagai anggota paling kuat dari jaringan yang didukung Iran, yang dikenal sebagai Poros Perlawanan.

Meski terkait dengan Gaza, konflik itu memiliki dinamika tersendiri. Israel dan Hezbollah telah berperang dalam banyak kesempatan. Yang terakhir tahun 2006.

Israel telah lama memandang Hezbollah sebagai ancaman terbesar di perbatasannya dan sangat khawatir dengan persenjataan Hezbollah yang semakin berkembang, serta pijakan yang dibangun kelompok itu di Suriah.

Baca juga: Serang Israel, Hezbollah Gunakan Senjata Baru Ini

Ideologi Hezbollah sebagian besar ditentukan oleh konflik dengan Israel. Kelompok itu didirikan oleh Garda Revolusi Iran tahun 1982 untuk melawan pasukan Israel yang menginvasi Lebanon pada tahun itu, dan mengobarkan perang gerilya selama bertahun-tahun yang kemudian menyebabkan Israel menarik diri dari Lebanon selatan tahun 2000.

Hezbollah menganggap Israel sebagai negara tidak sah yang didirikan di tanah Palestina yang diduduki dan ingin melenyapkannya.

Apa Dampak Konflik Israel-Hebollah Sejauh Ini?

Konflik itu telah menimbulkan dampak buruk bagi kedua pihak. Puluhan ribu orang terpaksa meninggalkan rumah mereka di kedua sisi perbatasan.

Serangan udara Israel telah menghantam daerah tempat Hezbollah beroperasi di Lebanon selatan dan menghantam Lembah Bekaa dekat perbatasan Suriah.

Israel juga kadang-kadang melakukan serangan di tempat lain, seperti yang membunuh seorang komandan senior Hamas di Beirut pada 2 Januari lalu.

Dalam delapan bulan terakhir, serangan Israel telah menewaskan sekitar 300 anggota Hezbollah di Lebanon. Jumlah itu lebih banyak dari jumlah korban jiwa pada tahun 2006, demikian menurut penghitungan Reuters. Masih menurut Reuters, sekitar 80 warga sipil tewas.

Serangan Hezbollah dari Lebanon telah menewaskan 18 tentara Israel dan 10 warga sipil, kata pihak Israel.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Pejabat Hamas: Tak Ada yang Tahu Berapa Banyak Sandera Israel yang Masih Hidup

Internasional
Rusia Kirim Kapal Perang Ke Kuba, untuk Apa?

Rusia Kirim Kapal Perang Ke Kuba, untuk Apa?

Internasional
Bagaimana Cara Barat Pakai Aset Rusia yang Dibekukan untuk Dukung Ukraina?

Bagaimana Cara Barat Pakai Aset Rusia yang Dibekukan untuk Dukung Ukraina?

Internasional
Invasi Rusia ke Ukraina Menimbulkan Emisi Karbon yang Besar

Invasi Rusia ke Ukraina Menimbulkan Emisi Karbon yang Besar

Internasional
Inilah Poin-poin Perdebatan dalam Negosiasi Gencatan Senjata Israel-Hamas

Inilah Poin-poin Perdebatan dalam Negosiasi Gencatan Senjata Israel-Hamas

Internasional
Upaya Pemulihan Keamanan di Ekuador Picu Kekhawatiran Terkait HAM

Upaya Pemulihan Keamanan di Ekuador Picu Kekhawatiran Terkait HAM

Internasional
Gelombang Partai Ultra Kanan Menjungkirbalikkan Politik Nasional Eropa

Gelombang Partai Ultra Kanan Menjungkirbalikkan Politik Nasional Eropa

Internasional
Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Apa Dampaknya bagi Joe Biden?

Hunter Biden Dinyatakan Bersalah, Apa Dampaknya bagi Joe Biden?

Internasional
Berbagai Cara Rusia Pakai Jalur Rahasia untuk Dapatkan Barang Impor

Berbagai Cara Rusia Pakai Jalur Rahasia untuk Dapatkan Barang Impor

Internasional
Bocoran Percakapan yang Diklaim dari Pemimpin Hamas Sebut Kematian Warga Sipil adalah 'Pengorbanan yang Perlu'

Bocoran Percakapan yang Diklaim dari Pemimpin Hamas Sebut Kematian Warga Sipil adalah "Pengorbanan yang Perlu"

Internasional
Sosok 6 Calon Presiden Iran untuk Menggantikan Raisi

Sosok 6 Calon Presiden Iran untuk Menggantikan Raisi

Internasional
UU Siber Nigeria Dijadikan Alat untuk Bungkam Suara Kritis

UU Siber Nigeria Dijadikan Alat untuk Bungkam Suara Kritis

Internasional
Bagaimana Operasi Penyelamatan 4 Sandera Israel di Gaza Berlangsung?

Bagaimana Operasi Penyelamatan 4 Sandera Israel di Gaza Berlangsung?

Internasional
Narendra Modi Kembali Menangi Pemilu, Apa Artinya bagi Dunia?

Narendra Modi Kembali Menangi Pemilu, Apa Artinya bagi Dunia?

Internasional
Terputus dari Barat, Putin Melihat Peluang ke Timur

Terputus dari Barat, Putin Melihat Peluang ke Timur

Internasional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com