Akhir Hidup Benito Mussolini, Diktator Italia Era Perang Dunia II

Kompas.com - 18/11/2021, 06:00 WIB

KOMPAS.com - Italia di era Perang Dunia II, menganut paham fasisme yang dimotori sosok bernama Benito Mussolini.

Sebagai pemimpin Italia, dia dijuluki "Il Duce". Sejak 1922, Mussoloni menjadi pemimpin Italia dan mengukuhkan dirinya menjadi diktator pada 1925.

Mussolini bertanggung jawab membawa Italia ke kancah Perang Dunia II, bersama Adolf Hitler dari Jerman.

Tapi, akhir Perang Dunia II membawanya jatuh dan terpuruk. Bagaimana kisahnya?

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Benito Mussolini Dieksekusi

Eksekusi Mati Benito Mussolini

Dilansir History, pada 28 April 1945, Mussolini dan kekasihnya, Clara Petacci, dieksekusi kelompok parisan Italia.

Sebelumnya mereka ditangkap saat berusaha kabur melintasi perbatasan Italia dan Swiss.

Sejak pertengahan April 1945, Mussolini memang memindahkan pemerintahannya ke kota Milan.

Akhir bulan April, pusat komando partisan Italia CLNAI memproklamirkan perlawanan besar di Milan, berbarengan dengan mundurnya pasukan Jerman.

Melihat kondisi yang sudah tak bisa dipertahankan lagi, pada 25 April 1945, Mussolini meninggalkan Milan dan berusaha melintasi perbatasan menuju ke Swiss.

Baca juga: Hari Ini dalam Sejarah: Benito Mussolini Dirikan Partai Fasis

Di hari yang sama dengan kaburnya Mussolini, CNLAI mendeklarasikan bahwa semua anggota pemerintahan fasis terbukti bersalah mengkhianati negara dan membawa Italia ke dalam kehancuran.

CNLAI pun menjatuhkan hukuman mati kepada setiap anggota pemerntahan fasis pimpinan Mussolini.

Pada 27 April 1945, Mussolini dan kekasihnya, Claretta Petacci bersama dengan beberapa petinggi fasis bergabung bersama konvoi pasukan Jerman di dekat desa Dongo, di tepian Danau Como.

Tiba-tiba, sekelompok partisan komunis lokal pimpinan Pier Luigi Bellini delle Stelle dan Urbano Lazzaro menyerang konvoi tersebut dan memaksa rombongan itu berhenti untuk bertahan.

Para anggota partisan kemudian melihat sosok pimpinan fasis Italia dalam konvoi itu, tetapi mereka belum mengetahui keberadaan Mussolini.

Baca juga: Saat Diktator Italia Benito Mussolini Mengeksekusi Menantunya...

Mereka kemudian memaksa pasukan Jerman menyerahkan semua pimpinan fasis Jerman dan sebagai imbalan, pasukan Jerman diizinkan melanjutkan perjalanan.

Saat itulah, pasukan partisan menemukan Mussolini menyamar dengan menggunakan seragam pasukan Jerman di dalam salah satu kendaraan.

Pasukan partisan kemudian menangkap Mussolini dan membawanya ke Dongo. Di sana dia menghabiskan malam di sebuah barak tentara setempat.

Baca juga: Cicit Diktator Italia Benito Mussolini Bakal Bertarung di Pemilu Eropa

Pasukan partisan menemukan 50 petinggi fasis dan keluarga mereka dalam rombongan pasukan Jerman itu.

Sebanyak 16 petinggi fasis dieksekusi keesokan harinya, dan 10 lainnya dieksekusi dalam dua malam berikutnya.

Di kawasan sekitar kota Dongo pertempuran masih terus terjadi. Khawatir Mussolini akan dibebaskan pendukung fasis, partisan memindahkan mereka di tengah malam ke dekat sebuah peternakan milik keluarga De Maria.

Pasukan partisan yakin tempat itu akan menjadi lokasi aman untuk menahan Mussolini dan Petacci sepanjang malam itu.

Baca juga: [KUTIPAN TOKOH DUNIA] Benito Mussolini, Diktator yang Penuh Ambisi

Beberapa Versi Eksekusi Benito Mussolini

Terkait keputusan mengeksekusi Mussolini, terdapat beberapa versi berbeda.

Palmiro Toglianto, sekretaris jenderal Partai Komunis Italia, mengklaim dia yang memerintahkan eksekusi beberapa hari sebelum Mussolini tertangkap.

Toglianto juga mengklaim dia memberi perintah eksekusi dalam kapasitasnya sebagai wakil perdana menteri pemerintahan Roma dan sebagai pemimpin Partai Komunis.

Namun, PM Ivanoe Bonomi membantah pemerintah memberikan perintah atau menyetujui eksekusi Mussolini.

Sementara, seorang anggota senior Partai Komnunis di Milan, Luigi Longo perintah eksekusi datang dari komando tertinggi partisan sebagai aplikasi keputusan CLNAI.

Baca juga: Eksekusi Mati Benito Mussolini, Akhir Tragis Seorang Fasis

Sedangkan menurut Leo Valiani, perwakilan
Partai Aksi di tubuh CLNAI, keputusan eksekusi diambil pada 27 April malam atas nama CLNAI.

Cerita berlanjut. Pada pagi hari 28 April 1945, seorang anggota partisan Walter Audisio datang dari Milan untuk "menjemput" Mussolini di Dongo.

Sesuai perintah, Audisio akan bertemu dengan pemimpin partisan setempat Bellini delle Stelle untuk mengambil Mussolini.

Siang harinya, Audisio alias Kolonel Valerio bersama beberapa anggota partisan bergerak menuju ke peternakan De Maria untuk menjemput Mussolini dan Petacci.

Setelah menjemput keduanya, mereka bergerak menuju ke desa Giulino de Mezzegra. Mobil mereka kemudian berhenti di pintu masuk Villa Belmonte di sebuah jalan sempit bernama Via XXIV Maggio.

Audisio kemudian memerintahkan Mussolini dan Pettaci berdiri di depan dinding pagar Villa Belmonte dan menembak mereka dengan menggunakan sebuah senapan mesin.

Eksekusi tersebut dilakukan pada pukul 16.10 petang waktu setempat.

Malam harinya, jenazah Mussolini, Petacci, dan sejumlah pemimpin fasis dinaikan ke atas sebuah truk dan dibawa ke kota Milan.

Truk itu tiba di Milan pada 29 April dini hari dan jenazah Mussolini dan kawan-kawannya diturunkan di Piazalle Loreto, sebuah lapangan di dekat stasiun kereta api utama Milan.

Jenazah para petinggi fasis itu dibiarkan begitu saja hingga sekitar pukul 09.00 saat warga mulai melemparinya dengan sayuran busuk, ditembaki, ditendangi, dan dikencingi.

Baca juga: Rachele, Cucu Benito Mussolini, Calon Kuat Terpilih Lagi di Dewan Kota Roma

Akibatnya, wajah Mussolini hancur akibat ditendangi beramai-ramai. Setelah itu, jasad Mussolini, Petacci, dan lainnya digantung terbalik dengan menggunakan kait daging di lapangan itu.

Sekitar pukul 14.00, otorita militer AS tiba di Milan dan memerintahkan jenazah Mussolini diturunkan untuk diotopsi.

Pada 30 April otopsi digelar di Institut Kedokteran Milan. Salah satu hasil otopsi menyebutkan Mussolini ditembak sembilan kali.

Empat puluru bersarang dekat jantung yang menyebabkan kematiannya. Akhir tragis dan miris dari seorang fasis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber History
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Insiden Penembakan Sekolah AS: Terjadi Sejak 1970, Ada 2.052 Insiden Hingga 2022, Total 661 Korban Tewas

Internasional
Mengapa Orang Jepang Tidur di Lantai?

Mengapa Orang Jepang Tidur di Lantai?

Internasional
Pengertian Negara Federasi, Sistem, dan Ciri-cirinya

Pengertian Negara Federasi, Sistem, dan Ciri-cirinya

Internasional
Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN

Peran Indonesia dalam Bidang Pendidikan di ASEAN

Internasional
Kenapa di Jepang Tidak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok, Ini Sebabnya

Kenapa di Jepang Tidak Boleh Bilang Cincin dan Mangkok, Ini Sebabnya

Internasional
Apa Itu Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Kenapa Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Apa Itu Cacar Monyet: Gejala, Penyebab, dan Kenapa Masyarakat Tak Perlu Khawatir

Internasional
Mengenang 41 Tahun Kematian Bob Marley dan Warisan Abadi Reggae

Mengenang 41 Tahun Kematian Bob Marley dan Warisan Abadi Reggae

Internasional
Profil Ferdinand Marcos Jr, Anak Diktator yang Jadi Presiden Terpilih Filipina

Profil Ferdinand Marcos Jr, Anak Diktator yang Jadi Presiden Terpilih Filipina

Internasional
Invasi Uni Soviet ke Afganistan pada 1979 yang Picu Perang Saudara

Invasi Uni Soviet ke Afganistan pada 1979 yang Picu Perang Saudara

Internasional
4 Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia, Ada yang Hampir 19 Jam

4 Penerbangan Non-Stop Terlama di Dunia, Ada yang Hampir 19 Jam

Internasional
40 Ucapan Idul Fitri Lebaran 2022 dalam Bahasa Inggris dan Artinya

40 Ucapan Idul Fitri Lebaran 2022 dalam Bahasa Inggris dan Artinya

Internasional
Biografi Abbas Ibn Firnas, Penemu Mesin Penerbangan Pertama, 1.000 Tahun Sebelum Wright Bersaudara

Biografi Abbas Ibn Firnas, Penemu Mesin Penerbangan Pertama, 1.000 Tahun Sebelum Wright Bersaudara

Internasional
Ibnu Yunus, Astronom Muslim yang Masyhur, Penemu Bandul

Ibnu Yunus, Astronom Muslim yang Masyhur, Penemu Bandul

Internasional
Tradisi Mudik di Berbagai Belahan Dunia, Termasuk Korea

Tradisi Mudik di Berbagai Belahan Dunia, Termasuk Korea

Internasional
Daftar 15 Pemimpin Termuda di Dunia

Daftar 15 Pemimpin Termuda di Dunia

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.