Pernikahan Dini Menghantui Pengungsi Wanita Suriah

Kompas.com - 12/06/2013, 16:10 WIB
EditorErvan Hardoko

AMMAN, KOMPAS.com — Perang yang belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir di Suriah ternyata berdampak panjang untuk para pengungsi Suriah, khususnya bagi para anak-anak gadis.

Banyak anak-anak perempuan pengungsi Suriah yang dipaksa menikah dini demi peluang keluar dari kondisi yang buruk di kamp-kamp pengungsian.

Salah seorang pengungsi Suriah, Abu Mohammad, mengatakan, dia terpaksa menikahkan anak gadis remajanya dengan seorang pria Saudi kaya berusia 40-an tahun dengan harapan anak perempuannya akan mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

"Itu (menikahkan putrinya) adalah hal terakhir yang ingin saya lakukan," kata Abu Mohammad (50), di luar tendanya di kamp pengungsi Zaatari, Jordania, yang menampung 160.000 warga Suriah.

"Sekarang kami tinggal di sebuah penjara besar, yang kondisinya sangat buruk," kata ayah enam anak itu.

Abu Mohammad mengatakan, pria Saudi yang menjadi suami anaknya berjanji akan menolong keluarganya hingga krisis berakhir dan mereka bisa kembali ke Suriah.

"Hanya Tuhan yang tahu kapan krisis ini akan berakhir," tambah Abu Mohammad.

Perwakilan Unicef di Jordania, Dominique Hyde, mengatakan, tidak ada data yang jelas seberapa marak perkawinan dini yang terjadi di kamp-kamp pengungsi Suriah. Namun, Dominique mengakui hal itu telah terjadi.

"Dari informasi yang dikumpulkan selama proses pemantauan terungkap bahwa kawin paksa dan pernikahan dini memang terjadi," ujar Dominique.

"Ini merupakan masalah hak asasi dan kesehatan perempuan," tambah dia.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X