Kompas.com - 03/06/2013, 17:37 WIB
|
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com - Irak mengingatkan soal wilayah udaranya ke Israel terkait dengan rencana penyerangan ke fasilitas nuklir Iran. Adalah Wakil Perdana Menteri Irak untuk Urusan Energi Hussein al-Shahristani yang mengatakan hal itu sebagaimana warta AFP pada Senin (3/6/2013).

Sejatinya, Shahristani adalah pejabat senior Irak yang pertama mengingatkan Israel secara terbuka. Shahristani juga mengatakan Irak telah menerima jaminan dari Washington bahwa Amerika Serikat tidak akan menggunakan wilayah udaranya untuk menyerang Iran. Pihak Barat percaya Iran sedang berupaya untuk mengembangkan senjata nuklir. Namun, Tehran telah berulang kali membantah klaim tersebut.
     
"(Amerika) telah meyakinkan kami bahwa mereka tidak akan melanggar wilayah udara Irak atau kedaulatan Irak dengan menggunakan wilayah udara kami untuk menyerang salah satu dari tetangga kami," kata Shahristani dalam satu wawancara di kantornya di Zona Hijau Baghdad yang dijaga ketat.
     
"Kami juga telah memperingatkan Israel bahwa jika mereka melanggar wilayah udara Irak, mereka akan harus menanggung konsekuensinya," imbuhnya.
     
Ia pun mengatakan bahwa masalah tersebut telah dibahas di  Dewan Keamanan Nasional Irak. "Kami sudah memperingatkan Israel melalui negara-negara yang  memiliki hubungan dengan mereka," katanya.
     
Namun begitu, Shahrastani tidak mengatakan bentuk reaksi Irak kalau Israel benar-benar menggunakan wilayah udara Irak untuk menyerang fasilitas Iran tersebut. "Kalau kami ungkapkan reaksi Irak, Israel bakal memperhitungkannya,"imbuhnya.

Negara-negara Barat yang dipimpin oleh Washington bersama dengan Israel berselisih dengan Iran atas tuduhan bahwa program nuklirnya ditujukan untuk mengembangkan senjata atom. Tehran telah berulang kali menolak tuduhan itu. Bahkan, Iran menuduh musuh bebuyutannya Israel dan Amerika Serikat justru melancarkan kampanye sabotase mematikan terhadap program nuklir yang dipersengketakan itu. Tehran juga menegaskan program nuklirnya bertujuan damai.
     
Justru, Israel adalah satu-satunya negara di Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir tetapi tidak pernah dideklarasikan, dan menolak untuk mengesampingkan aksi militer terhadap Iran. Kepemilikan senjata nuklir Israel dianggap sebagai ancaman bagi negara-negara tetangganya.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.