Jaringan Internet di Iran 'Koma'

Kompas.com - 19/05/2013, 15:10 WIB
EditorEgidius Patnistik

Pemerintah Iran memperketat sensornya terhadap saluran internet di negara itu menjelang pemilu bulan depan. Pemilu yang sama sebelumnya diwarnai berbagai aksi protes terhadap jalannya pemilu yang diklaim curang dan bentrokan warga dan aparat yang tersebar ke seluruh penjuru dunia berkat pemberitaan dari internet yang diselundupkan dari Iran.

Kali ini aparat pemerintah membantah melakukan penyensoran namun tak menjelaskan kenapa layanan internet menjadi sangat lambat.

Jaringan pebisnis, bank bahkan organisasi di bawah pemerintah tak luput dari dampak gangguan internet ini, tulis media lokal seperti dikutip kantor berita AFP.

"Internet sedang dalam kondisi koma," tulis koran Ghanoon dalam laporannya awal bulan ini. "(Keadaan seperti) ini hanya terjadi di Iran: pemilu datang, internet hengkang," tulis koran itu dalam kicauannya di twitter meniru pepatah dalam bahasa Parsi.

Majelis Tinggi 'bertanggung jawab'

Facebook, Twitter, YouTube serta berbagai situs obrolan dan sosial lain, termasuk ribuan situs asal negara Barat, menjadi sasaran sensor di Iran sejak aksi demo besar-besaran di jalanan pasca pemilu dan terpilihnya kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad tahun 2009.

Aksi-aksi tersebut, umumnya diwarnai dengan aksi keras aparat yang berakibat pada penangkapan dan bahkan tewasnya korban, menjadi berita utama di dunia melalui jaringan internet.

Kini menurut pengamat aparat mencoba mencegah situasi kembali terulang dengan menghentikan laju informasi dengan melambatkan layanan internet.

Kecepatan untuk membuka email sangat berkurang, apalagi untuk mengunduh file bermateri besar.

"Lupakan niat mengundung file, pita lebar (bandwith)nya turun tiap saat," maki seorang penjual cakram rekam bajakan di Tehran.

Seorang teknisi senior di sebuah perusahaan penyedia layanan jaringan internet di Tehran mengatakan perusahaannya juga tak bisa menyampaikan keluhan soal ini pada aparat berwenang.

Aparat tak bersedia menjelaskan kenapa akses internet makin lambat di Iran, namun seorang mantan pejabat menyebut Majelis Tinggi urusan Dunia maya ada dibalik kebijakan ini.

Majelis ini dibentuk Maret tahun laludan ditugasi menjadi warga Iran dari "bahaya" internet dan pada saat yang sama "memaksimalkan manfaat" darinya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Internasional
AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

Internasional
Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X