Kompas.com - 15/05/2013, 19:32 WIB
EditorErvan Hardoko

ABUJA, KOMPAS.com - Militer Nigeria, Rabu (15/5/2013), bergerak ke sejumlah kota di bagian timur laut negeri itu, setelah Presiden Goodluck Jonathan menetapkan situasi darurat di tiga negara bagian akibat serangkaian serangan kelompok militan.

Warga melihat truk-truk angkatan darat membawa tentara memasuki kota Yola dan Maiduguri setelah tiga negara bagian yaitu Borno, Adamawa, dan Yobe dinyatakan dalam kondisi darurat.

Wartawan Reuters menyaksikan sedikitnya enam buah truk militer memasuki Yola, ibu kota Negara Bagian Adamawa. Sementara itu di ibu kota Negara Bagian Borno, Maiduguri, warga juga melihat ratusan tentara Nigeria membanjiri kota tersebut.

Situasi terasa sangat tegang di kedua kota itu. Toko-toko tutup lebih awal dan tak terlihat banyak orang lalu lalang di jalanan. Berbagai fasilitas pemerintah dan sekolah juga tutup.

"Apa yang saya lihat pagi ini sangat menakutkan. Saya belum pernah melihat pergerakan begitu banyak tentara seperti saat ini," kata Ahmed Mari, warga Maiduguri.

Warga lainnya, Kabir Laoye, mengatakan penduduk sangat ketakutan dan khawatir akan terjebak di tengah-tengah konflik berkepanjangan.

Presiden Jonathan mengumumkan langkahnya ini pada Selasa (14/5/2013) dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Langkah ini adalah untuk merespon semakin intesifnya serangan kelompok militan terhadap target-target pemerintah Nigeria.

Perintah pengerahan militer ini menyusul semakin banyaknya bukti Boko Haram kini menguasai wilayah yang cukup luas di sekitar Danau Chad, yang sudah mulai ditinggalkan warga.

Sejumlah pejabat mengatakan kelompok Boko Haram menguasai setidaknya 10 distrik di Negara Bagian Borno dan menggunakan jalur poros Kamerun, Chad, dan Niger untuk menyelundupkan senjata api dan melakukan serangan.

Pekan lalu, puluhan pejuang Boko Haram yang menggunakan bus atau truk yang dipersenjatai senapan mesin mengepung kota Bama, di Negara Bagian Borno.

Mereka membebaskan sedikitnya 100 orang dari penjara setempat dan mengakibatkan 55 orang tewas, sebagian besar adalah polisi dan anggota aparat keamanan lainnya.

Dua pekan sebelumnya, sejumlah orang tewas di desa nelayan Baga, di pesisir Danau Chad, ketika pasukan Nigeria, Niger, dan Chad menyerang desa itu untuk mencari anggota militan yang membunuh seorang tentara.

Menurut penduduk lokal, tentara yang tewas itu bertanggung jawab atas pembunuhan banyak warga sipil.

 



25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X