Kompas.com - 12/05/2013, 18:37 WIB
|
EditorAgus Mulyadi

Namun, Spencer juga mengatakan tidaklah berarti semua orang harus meninggalkan bangku kuliah. "Saya mempekerjakan mereka yang punya gelar sarjana, tetapi saya pikir universitas juga harus mengajarkan sesuatu yang lebih praktis sehingga memberikan mahasiswa pengalaman lebih nyata," kata Spencer.

Pemilik franchise Amy Cobley mulai bekerja di Domino Pizza, ketika berusia 14 tahun dan masih bersekolah. Ketika dia meninggalkan sekolah di kelas 11, dia bekerja penuh waktu. Di usia 17 tahun, dia menjadi manajer toko dan di usia 19 tahun membeli franchise Domino bersama mitra bisnisnya yang berusia 23 tahun, yang juga tidak melanjutkan kuliah. Sekarang Cobley sudah memiliki rumah sendiri.

"Semua ini memberikan saya kesempatan. Saya sudah mengunjungi Afrika dan Amerika. Karena saya sudah punya penghasilan, jadi stres saya berkurang ketika bepergian," kata Cobley. 

"Beberapa orang yang saya kenal punya gelar sarjana, tetapi susah mencari kerja."

Namun, memiliki usaha sendiri juga banyak tantangannya. "Kehidupan sosial lebih sedikit. Susah untuk bertemu teman, ataupun keluar malam pada Jumat atau Sabtu karena justru bisnis pizza sedang ramai-ramainya di kedua hari tersebut."

Ketika baru pertama kali membeli franchise tersebut, Cobley bekerja antara 80 sampai 100 jam per minggu. "Saya sekarang bekerja sekitar 60-70 jam seminggu, namun kita semua harus bekerja keras bagi masa depan kita sendiri," kata Cobley.

Karyawan yang setia

Ketika selesai sekolah menengah, Murad Ali mempertimbangkan untuk kuliah, tetapi karena biaya terlalu mahal, dia memutuskan untuk bekerja. Dia  kemudian melamar ke Commonwealth Bank, salah satu bank terbesar di Australia.

Dalam wawancara pertama, Ali ditolak. Namun, masuk enam bulan kemudian di salah satu cabang bank tersebut di Melbourne. Sekarang dalam usia 29 tahun, Ali sudah bekerja selama 11 tahun di tempat itu, di bagian asuransi. Gaji Ali setahun sekarang ini adalah 80 ribu dollar (sekitar Rp 800 juta), dan kariernya lebih maju dibandingkan mereka yang melanjutkan kuliah.

"Ada teman yang lulus dari jurusan psikologi, sekarang mereka tidak bekerja di bidang tersebut, malah kerja di bank," katanya.

Menurut Ali, anak-anak muda tidak harus terlalu khawatir untuk tidak kuliah. "Kuliah bukan akhir dari segalanya. Pilih perusahaan atau bidang yang betul-betul anda minati. Mungkin kita harus melamar 4-5 kali, tapi kalau itu memang tekad anda, maka anda akan berhasil," kata Ali.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.