Abbas Setuju Fayyad Mundur

Kompas.com - 15/04/2013, 02:40 WIB
Editor

Sebelumnya, Menteri Keuangan Nabil Qassis juga sudah mundur. Fayyad menyetujui pengunduran diri Qassis pada 2 Maret 2013. Saat itu, Abbas yang berada di luar negeri menolaknya. Fayyad merangkap jabatan menteri keuangan dan PM sebelum Qassis diangkat, Mei 2012.

AS sempat melobi

Sementara Washington sempat melobi dan meminta bekas pegawai Bank Dunia itu untuk bertahan, Kamis lalu, sehari setelah menguatnya isu pengunduran diri Fayyad. Jumat malam, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menelepon Abbas meminta agar dia menemukan kesamaan pandangan dengan Fayyad.

Menyusul perkembangan terbaru, Sabtu, Washington memuji ”peran penting yang dimainkan Presiden Abbas dan PM Fayyad” dalam melahirkan sebuah negara Palestina. Hal itu disampaikan juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS, Caitlin Hayden.

”PM Fayyad telah menjadi sekutu kuat menuju komunitas internasional dan pemimpin yang mempromosikan pertumbuhan ekonomi, pembangunan negara, dan keamanan rakyat Palestina,” katanya.

Dua opsi

Sementara itu, wartawan Kompas Musthafa Abd Rahman yang memantau perkembangan politik Palestina dari Kairo, Mesir, melaporkan, kini ada dua opsi bagi Abbas setelah mundurnya Fayyad. Opsi pertama adalah pemerintah rekonsiliasi nasional Palestina.

Sesuai dengan kesepakatan rekonsiliasi Hamas-Fatah di Doha, Qatar, Februari 2012, Abbas akan menjalankan sekaligus tugas sebagai presiden dan PM dalam pemerintahan sementara hingga terselenggaranya pemilu parlemen dan presiden.

Jika opsi ini yang akan diambil, Abbas harus menunggu terwujudnya rekonsiliasi. Dalam konteks ini, Abbas harus bekerja sama dengan kekuatan regional, seperti Mesir, Qatar, Arab Saudi, dan Turki, untuk mempercepat terwujudnya rekonsiliasi itu.

Pada KTT Liga Arab di Doha, akhir Maret lalu, Emir Qatar Sheikh Hamd bin Khalifah al Thani mengusulkan digelar KTT Arab mini khusus di Kairo untuk membahas rekonsiliasi Palestina. Sejauh ini belum ditentukan jadwal KTT Arab mini tersebut.

Opsi kedua adalah pengakuan terhadap adanya dua pemerintahan di Jalur Gaza dan Tepi Barat, seperti yang terjadi sejak tahun 2007. Jika Abbas memilih opsi ini, beberapa media Palestina menyebut ada dua kandidat kuat sebagai PM Palestina mendatang. Dua kandidat kuat itu adalah ketua badan investasi Palestina, Muhammad Mustafa, dan Rektor Universitas An-Najah di Nablus, Rami Hamdalah.

Muhammad Mustafa dikenal sebagai orang dekat Abbas sehingga disebut-sebut sebagai kandidat terkuat untuk menggantikan Fayyad. Adapun Rami Hamdalah dinilai lebih mendapat dukungan dari faksi Fatah.

Pertemuan Abbas dan Fatah dalam beberapa hari mendatang akan menentukan pilihan mana yang akan diambil oleh Abbas.(AFP/AP/REUTERS/CAL)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.