Kompas.com - 18/03/2013, 18:45 WIB
EditorErvan Hardoko

MOGADISHU, KOMPAS.com - Sedikitnya delapan orang tewas, ketika sebuah bom mobil meledak di pusat kota Mogadishu, Somalia, Senin (18/3/2013). Serangan ini adalah salah satu insiden paling berdarah di Mogadishu dalam beberapa bulan terakhir.

"Kami menghitung, sedikitnya delapan orang tewas. Bom mobil itu meledak di dekat Teater Nasional," kata petugas polisi, Mohamed Duale.

Belum ada satu kelompokpun yang menyatakan bertanggung jawab atas kejadian ini. Namun, kelompok Al Shabab yang terkait Al Qaeda kerap melakukan serangan gerilya ke Mogadishu.

"Sebagian besar korban tewas ada di dalam minibus yang terkena ledakan langsung," kata Hassan Salad, salah seorang saksi mata.

"Ini sebuah tragedi, asap di mana-mana dan banyak jenazah," tambah Salad.

Pemberontak Al Shabab telah bersumpah akan menggulingkan Presiden Hassan Sheikh Mohamud, yang menjabat sejak tahun lalu setelah dipilih parlemen Somalia.

Sementara itu, dalam beberapa bulan terakhir Al Shabab mengalami kemunduran dengan kehilangan banyak kota penting yang pernah dikuasainya di Somalia. Kemunduran ini terjadi sejak 17.000 tentara Uni Afrika membantu militer Somalia memerangi Al Shabab.

Namun, Al Shabab masih merupakan ancaman, sebab kelompok ini masih menguasai sebagian besar wilayah pedesaan dan kerap melakukan serangan gerilya ke wilayah yang dikendalikan pemerintah.

Pada Minggu (17/3/2013), Al Shabab merebut kembali kota Hudur di wilayah selatan Somalia, setelah pasukan Ethiopia mundur dari kota itu.

Keberhasilan merebut kembali Hudur adalah kemenangan teritorial Al Shebab pertama selama beberapa bulan terakhir.

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X