Kompas.com - 24/01/2013, 22:46 WIB
EditorErvan Hardoko

LONDON, KOMPAS.com - PBB meluncurkan penyelidikan untuk mencari tahu dampak serangan pesawat terbang tanpa awak atau drone terhadap warga sipil. Penyelidikan ini diluncurkan di London, Kamis (24/1/2013).

Pelapor khusus PBB untuk masalah kontra terorisme dan HAM, Ben Emmerson mengatakan terdapat kebutuhan untuk meneliti akuntabilitas saat serangan drone menemui sasaran yang salah.

Emmerson, pengacara Inggris yang memimpin penyelidikan ini, mengatakan ekspansi teknologi canggih yang digunakan drone membutuhkan kerangka kerja legal baru.

"Pertumbuhan penggunaan teknologi drone dalam konteks militer dan non-militer menjadi sebuah tantangan nyata bagi hukum internasional yang sudah mapan," kata Emmerson dalam sebuah jumpa pers di London.

"Ini adalah masalah prinsip dan tak bisa dihindari menjadi masalah politik. Komunitas internasionalkini harus memfokuskan perhatian atas penerapan standar atas teknologi ini," lanjut Emmerson.

Penyelidikan ini akan difokuskan terhadap 25 kasus serangan drone di Pakistan, Yaman, Somalia, Afganistan dan Palestina. Hasil penyelidikan ini akan dilaporkan kepada Dewan Keamanan PBB sebelum akhir tahun ini.

 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.