Ilmuwan Italia Dihukum karena Abaikan Peringatan Gempa

Kompas.com - 23/10/2012, 08:49 WIB
EditorEgidius Patnistik

ROMA, KOMPAS.com - Tujuh ilmuwan Italia divonis bersalah karena mengecil-ngecilkan resiko gempa bumi kuat yang menghantam kota L’Aquila tahun 2009 dan menewaskan sedikitnya 308 orang.

Pengadilan Italia, Senin (22/10), menjatuhkan hukuman enam tahun penjara terhadap mereka. Selain mengecil-ngecilkan resiko sebuah gempa bumi berkekuatan tinggi, mereka juga dikatakan tidak memberi peringatan memadai kepada warga.

Lebih dari 300 orang tewas, puluhan ribu kehilangan tempat tinggal, sementara pusat bersejarah dan gereja-gereja zaman pertengahan di kota itu hancur akibat gempa berkekuatan 6,3 tersebut.

Jaksa berpendapat bahwa ketujuh tersangka, anggota sebuah dewan nasional yang mengkaji resiko bencana,  memberi “informasi tidak lengkap, tidak tepat dan saling bertentangan” kepada warga.

Komunitas ilmuwan internasional mengecam pengadilan itu, dan mengatakan memprediksi gempa bumi adalah mustahil. Bahkan sistem peringatan dini, yang tergantung pada jaringan sensor untuk mendeteksi gelombang seismik di permukaan laut yang biasanya mendahului gempa besar, hanya bisa memberi peringatan dini 10 hingga 60 detik kepada warga dan hanya di daerah-daerah dimana sensor-sensor itu dipasang.

Setelah gempa April itu, pakar-pakar gempa dan lainnya menyalahkan peraturan yang lemah bagi pembangunan gedung. Di banyak wilayah rawan gempa di dunia, berbagai praktik konstruksi yang asal-asalan mengakibatkan korban tewas lebih besar dibandingkan dengan rumah dan gedung lain yang dibangun dengan struktur yang lebih kuat.

Pengadilan dibuka September tahun lalu dan ditangguhkan selama lebih dari setahun sebelum dibuka lagi bulan ini. Para tersangka dijatuhi hukuman enam tahun penjara, tetapi tampaknya tidak akan dipenjarakan sementara menunggu proses naik banding mereka.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X