Kompas.com - 14/09/2012, 11:19 WIB
|
EditorErvan Hardoko

MOGADISHU, KOMPAS.com - Presiden Somalia Hassan Skeihk Mohamud yang baru saja terpilih akhirnya dipindahkan ke lokasi aman, Jumat (14/9/2012) menyusul aksi pembunuhan yang diarahkan kepadanya.

Pada Rabu lalu, serangan hotal yang diklaim dilakukan kelompok militan ke sebuah hotel tempat Presiden Mohamud berdiskusi dengan rombongan dari Kenya.

Presiden Mohamud tetapi tiga prajurit, dua asal Somalia dan satu pasukan Misi Uni Afrika (AMISOM) tewas akibat ledakan bom.

"Presiden kami pindahkan ke Villa Somalia, kompleks dengan pengamanan maksimum yang juga lokasi sejumlah kantor pemerintah," kata juru bicara AMISOM, Kolonel Ali Houmed.

Rencana pembunuhan Mohamud itu dikecam keras Amerika Serikat. Penyebabnya, AS yakin terpilihnya Mohamud bisa menjadi momentum menciptakan perdamaian di Somalia.

"AS mengutuk upaya pembunuhan itu dan menyerukan seluruh warga Somalia agar tidak mendukung aksi serangan itu," kata juru bicara Departemen Urusan Afrika Kemenlu AS, Hilary Renner.

Setelah sekitar dua dekade dicengkeram perang, perdamaian mulai sedikit demi sedikit tercipta di ibukota Mogadishu, terutama sejak pasukan Uni Afrika berhasil memukul mundur militan Al-Shabab.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, Al-Shabab masih menguasai banyak wilayah di luar ibukota dan bersumpah untuk membalas dengan menyerang fasilitas asing dan pemerintah di negeri itu.

 

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X