Kompas.com - 23/08/2012, 22:17 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

NEW DELHI, KOMPAS.com- Komisi Nasional bagi Perempuan, sebuah lembaga hak asasi manusia pemerintah India, hari Kamis (23/8/2012), menyerukan dilarangnya penggunaan istilah "pembunuhan kehormatan". Istilah ini biasa dipakai berkenaan dengan pembunuhan manusia yang dituduh telah membawa malu dan aib bagi keluarga mereka.

India secara berabad-abad mengalami pembunuhan seperti ini dan kerapkali menimpa pasangan muda yang melakukan hubungan cinta di luar kasta atau bertolak belakang dengan keinginan keluarga. Pembunuhan ini dilakukan dengan alasan untuk melindungi kehormatan keluarganya.

"Tidak ada yang terhormat dalam pembunuh seperti ini. Ini tindakan barbar dan pembunuhan yang memalukan," ujar Charu Wali Khanna, seorang anggota Komisi Nasional bagi Perempuan, kepada kantor berita AFP.

Komisi yang selalu menasehati pemerintah atas semua urusan menyangkut perempuan itu menyerukan agar semua istilah tidak digunakan dalam setiap dokumen resmi dan dokumen hukum atau oleh politisi. Sekalipun belum ada angka resmi, sebuah studi independen tahun 2010 menyebutkan sedikitnya ada 900 pembunuhan seperti ini terjadi setiap tahun di Negara Bagian Haryana, Punjab, dan Uttar Pradesh di kawasan utara India. Masih banyak lagi kasus seperti itu yang tidak dilaporkan.

Sementara itu, polisi praktis menutup mata dan melihat hal ini sebagai bentuk pengadilan tradisonal dari banyak keluarga dalam upaya melindungi kehormatan dan citra keluarganya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X