Kompas.com - 21/08/2012, 09:49 WIB
EditorEgidius Patnistik

MOSKWA, KOMPAS.com - Kementerian Luar Negeri Suriah, Senin (20/8), menyatakan penyelundupan senjata ke Suriah dari negara ketika "tak bisa diterima".

"Moskwa berulangkali memperingatkan tentang penyelundupan senjata yang tak bisa diterima ke Suriah, dan memperingatkan mereka yang menyampaikan gagasan semacam itu tentang konsekuensi dari tindakan tersebut," kata kementerian tersebut.

Penyelundupan senjata sangat berbahaya sementara kaum fanatik dan pelaku teror internasional beroperasi di negara yang dicabik krisis itu, katanya. Kementerian tersebut juga menyatakan, oposisi Suriah menerima granat tangan, senjata anti-tank dan peralatan jinjing anti-pesawat melalui negara ketika, seperti Libya, Turki dan Lebanon, selain dukungan keuangan dari beberapa negara Teluk.

"Kami telah membahas masalah Libya di Komite Sanksi Dewan Keamanan PBB, dan menyerukan penyelidikan mengenai kapal Lutfullah-2, yang membawa sejumlah senjata untuk gerilyawan Suriah," kata kementerian itu sebagaimana dikutip Xinhua.

April lalu, Angkatan Laut Lebanon menangkap kapal Lutfullah-2, kapan berbendera Sierra-Leone, yang membawa beberapa peti kemas senjata ringan, peluncur granat yang sama dengan yang digunakan oleh gerilyawan di Libya, dan banyak peledak. Semua barang itu dilaporkan ditujukan untuk gerilyawan Suriah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.