Bom Pesawat oleh Al Qaeda Digagalkan

Kompas.com - 08/05/2012, 06:57 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

WASHINGTON, KOMPAS.com - Amerika Serikat telah menggagalkan rencana sayap Al Qaeda di Yaman untuk meledakkan sebuah pesawat dan telah menemukan perangkat peledaknya. Pemjelasan itu disampaikan oleh seorang pejabat kontraterorisme AS di Washington, Senin petang , atau Selasa pagi WIB.

Bom yang hendak digunakan itu adalah bom bukan logam, untuk mengindari deteksi petugas di bandara. "Perangkat itu untuk digunakan oleh seorang pelaku bom bunuh diri di sebuah pesawat," kata pejabat itu kepada Agence France-Presse, sambil mengatakan bom gagal itu hendak dipakai pada April lalu.

Rencana Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) itu ditemukan pada tahap awal, dam menunjukkan "kisah sukses" AS bekerja sama dengan sekutu, kata pejabat itu. Belum diketahui pesawat atau maskai mana yang menjadi target.

Bom tersebut memiliki "perbedaan penting" dengan peledak yang digunakan AQAP dalam usaha yang gagal untuk meledakkan pesawat tujuan AS pada Hari Natal tahun 2009, kata pejabat itu.

Menurut dia, bom terbaru itu adalah "perangkat non-logam,". Itu mungkin untuk menghindari deteksi oleh keamanan bandara. "Ini menunjukkan AQAP melakukan adaptasi metodologi, taktik dan sebagainya," kata pejabat itu.

AQAP telah dikaitkan dengan rencana bom Natal 2009 di mana bom di pakaian pelaku gagal meledak di pesawat menuju Detroit.

Sayap Al Qaeda Yaman juga pada tahun 2010 berupaya meledakkan pesawat kargo menuju ke Amerika Serikat dengan bahan peledak yang tersembunyi di cartridge printer, tetapi gagal karena kasus ini terungkap. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X