"Pernikahan Dini" di India Dibatalkan

Kompas.com - 26/04/2012, 14:28 WIB
EditorEgidius Patnistik

"Ini merupakan contoh pertama yang kami ketahui, seorang pasangan yang menikah di masa kanak-kanak ingin pernikahannya dibatalkan dan kami berharap dapat menjadi inspirasi," kata Kriti Bharti.

Awalnya Rakesh menginginkan pernikahannya dilanjutkan. Tetapi sikapnya melunak setelah menjalani konseling dari NGO.

Pernikahan anak-anak dilarang di India. Baik Laxmi dan Rakesh menandatangani sebuah pernyataan tertulis yang menjelaskan pembatalan pernikahan mereka dan disahkan oleh notaris di Jodhpur.

Narayan Bareth, seorang wartawan di ibukota negara bagian Jaipur, mengatakan sebuah survei terakhir menemukan bahwa 10 persen anak perempuan di Rajasthan menikah sebelum usia 18 tahun.

Koresponden BBC mengatakan ada sejumlah kasus penolakan dari remaja perempuan untuk menikah di India, tetapi masih sangat jarang.

Menurut Badan anak-anak PBB, UNICEF, India merupakan negara dengan kasus pernikahan dini terbanyak di dunia yaitu 40 persen. Meski belakangan ini upaya untuk menghentikan pernikahan dini dilakukan di India.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.