Pria Belanda Ini Ayah dari 87 Anak

Kompas.com - 19/04/2012, 05:58 WIB
EditorEgidius Patnistik

MAASTRICHT, KOMPAS.com — Karena tidak puas dengan kebijakan bank sperma, Ed Houben dari Maastricht, Belanda selatan, sudah sepuluh tahun menjadi donor sperma. Ia mendukung agar sang ibu dan anak tahu siapa yang membantu mereka. Jadi si donor tidak lagi perlu anonim. Sekarang, Houben telah menjadi ayah biologis dari 87 anak.

Tahun 2004 berakhirlah donasi anonim sperma melalui bank sperma Belanda. Laki-laki secara massal mengundurkan diri, tetapi Ed Houben (43) memilih jalan lain. Ketika itu seorang kenalannya ingin sekali punya anak. Mereka sudah berusaha melalui klinik tapi gagal, dan IVF terlalu mahal. Demikian laporan Radio Nederland, Rabu (18/4/2012).

Siapa yang ingin menjadi donor sperma melalui klinik harus melakukan itu, kata Houben. Tetapi, ia menambahkan, "Banyak calon orangtua merasa tidak nyaman di klinik itu karena bersifat 'dingin' dan klinis. Orang menghargai jika tahu siapa yang bakal menjadi ayah biologis anak mereka."

Setelah berpikir berbulan-bulan, ia melakukan donasi pertama. Walaupun demikian, ia masih sedikit ragu melihat kemungkinan dampak yuridis seperti tuntutan pertanggungjawaban untuk pendidikan si anak. Bagaimanapun juga Houben mendonasi tanpa kontrak, hanya berdasarkan rasa saling percaya.

"Anda bisa membiarkan hidup Anda dibayangi ketakutan atau Anda menunjukkan sikap berani, sama seperti para perempuan yang meminta bantuan saya. Mereka meminta bantuan orang yang tak dikenal lewat internet."

Situs web Ed Houben biasanya menjadi tempat untuk mengadakan kontak pertama. Kadang kala tidak ada yang datang selama beberapa bulan, tetapi pada kesempatan yang lain ada tiga peremuan yang datang pada hari yang sama.

Setelah beberapa e-mail dan percakapan telepon, ada pertemuan langsung. Mereka yang berminat berasal dari seluruh dunia. Semakin sering para calon orangtua mengunjungi Houben di Maastricht, tetapi Houben sendiri juga mengunjungi mereka di luar negeri.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hidup tidak sehat

Houben juga menolak permohonan. "Ini bukan pekerjaan saya, saya tidak digaji untuk itu. Saya tidak wajib membantu semua orang yang meminta bantuan."

Ia menolak orang yang tidak hidup sehat, merokok, atau memakai narkoba. "Saya rasa gaya hidup tidak sehat merupakan salah satu bahaya paling besar untuk masa depan anak." Obesitas juga termasuk di dalamnya, walaupun Houben sendiri juga tidak termasuk kategori orang langsing.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X