Panetta: Pelaku Pembantaian Kandahar Bisa Dihukum Mati

Kompas.com - 13/03/2012, 10:23 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Menteri Pertahanan AS Leon Panetta mengatakan, prajurit AS yang melakukan pembantaian terhadap 16 warga sipil di Kandahar, Afganistan, hari Minggu lalu, bisa dihukum mati oleh mahkamah militer AS. Saat ini penyelidikan insiden tragis itu terus dilakukan dan kemungkinan besar prajurit yang terlibat akan diajukan ke mahkamah militer.

Panetta mengatakan hal itu kepada wartawan di atas pesawat militer yang membawanya dalam kunjungan resmi ke Kyrgyzstan, Senin (12/3/2012) waktu setempat.

Ia tidak memaparkan lebih jauh tentang kemungkinan pemicu pembantaian warga sipil tersebut, tetapi menegaskan pihaknya akan menggunakan sistem pengadilan militer untuk menangangi kasus ini, dan hukuman mati dimungkinkan.

Lebih lanjut, Panetta mengatakan, penembakan brutal tersebut tidak boleh mengubah misi militer AS di Afganistan seperti yang sudah direncanakan sebelumnya, meski tekanan dari para politikus, baik di Washington maupun di Kabul, akan makin besar. Menurut dia, ini adalah bagian dari tantangan yang menguji kemampuan AS memimpin dan berkomitmen terhadap misinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, prajurit Amerika Serikat tanpa alasan yang jelas keluar dari markasnya di tengah malam kemudian menembaki rumah warga di dua desa di dekat pangkalannya di Distrik Panjwai, Provinsi Kandahar, Afganistan selatan, Minggu (11/3/2012) dinihari. Sebanyak 16 warga sipil, sebagian besar anak-anak dan perempuan, tewas mengenaskan.

Parlemen Afganistan menuntut prajurit tersebut diadili di Afganistan. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X