Mereka Disumpah Rahasiakan Makam Khadafy

Kompas.com - 26/10/2011, 08:17 WIB
EditorKistyarini

TRIPOLI, KOMPAS.com — Tidak ada lagi antrean panjang untuk melihat jenazah Kolonel Moammar Khadafy di pasar Misrata pada Selasa (25/102011). Pada Senin menjelang tengah malam, jenazah Khadafy dipindahkan untuk dimakamkan.

Diberitakan sebelumnya, Khadafy, bersama putranya, Mutassim, dan mantan Menteri Pertahanan Abu Bakar Younis dimakamkan di sebuah lokasi yang dirahasiakan di gurun Libya pada Selasa subuh.

Wakil ketua dewan pemerintah di Misrata, Sadiq Badi, mengatakan, pemakaman Khadafy dilakukan sesuai tata cara Islam. "Seperti kami memakamkan orang Muslim lainnya. Itu (pemakaman) lebih dari yang bisa dia berikan pada kami, tetapi kami memberinya akhir yang terhormat," kata Badi seperti dilansir Guardian, Selasa (25/10/2011).

Pada Senin (24/10/2011), tiga ulama dan tiga anggota keluarga Khadafy dan Younis dikeluarkan dari penjara di Misrata ke sebuah gedung di pinggiran kota itu. Keenam orang itu kemudian diminta memandikan tiga jasad tersebut.

Dua putra Younis, Osma dan Younis, memandikan ayah mereka. Sementara cucu adik perempuan Khadafy, Sharif al-Khadafy, ditugaskan untuk memandikan Khadafy dan Mutassim.

Dewan Transisi Nasional (NTC) menolak permintaan dari suku Khadafy di Sirte untuk menyerahkan jenazah pemimpin mereka itu. Permintaan serupa dari istri Khadafy, Safia, dan putrinya, Aisha, juga ditolak.

Tiga ulama yang hadir pada pemakaman itu adalah orang-orang yang setia pada Khadafy sampai akhir. Mereka ditangkap bersama Khadafy kemudian dipenjarakan. Mereka adalah Khaled Tantoush, Medina Shwarfa, dan Samira Jarousi.

"Saya tidak merasakan apa-apa saat memandikan dia. Saya hanya melakukan tugas sebagai seorang Muslim. Dia manusia dan seharusnya dimakamkan secara layak," kata Tantoush.

Ketiga jenazah orang-orang yang pernah sangat berkuasa di Libya itu kemudian dikafani sebelum dibawa ke sebuah lokasi rahasia di gurun.

Menurut Dailymail, dua sepupu Khadafy, Mansour Dhao Ibrahim dan Ahmed Ibrahim, mengantar Khadafy saat pemakaman itu. Ketika Khadafy berkuasa, Ahmed Ibrahim adalah pemimpin People's Guard, kesatuan yang ditakuti di Libya.

Dua anggota NTC menjadi saksi saat Khadafy, Mutassim, dan Younis diturunkan ke liang lahat. Orang-orang yang hadir disumpah secara Islam untuk merahasiakan lokasi makam.

Ada dua alasan untuk itu. Mereka tidak ingin makam itu dikeramatkan orang-orang yang setia pada Khadafy atau dirusak oleh orang-orang membencinya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.