Radiasi Tinggi Masih Cemari Air

Kompas.com - 18/06/2011, 16:49 WIB
EditorJosephus Primus

KOMPAS.com — Tingkat radiasi yang masih dalam taraf tinggi menghambat pembersihan air tercemar di reaktor nuklir Fukushima. Menurut warta AP dan AFP pada Sabtu (18/6/2011), hal itu menjadi kendala bagi operator. Makanya, untuk sementara, pembersihan itu dihentikan.

Sekitar 110.000 ton air dipompakan untuk mendinginkan reaktor-reaktor yang rusak akibat gempa dan tsunami pada 11 Maret 2011 lalu. Bencana alam itu menyebabkan pelelehan batang bahan bakar nuklir di tiga reaktor dan juga radiasi. Air tercemar yang cukup untuk mengisi 40 kolam renang ukuran olimpiade itu terancam bahaya menggenang ke laut.

Seorang juru bicara operator, yaitu Tokyo Electric Power Company (Tepco), mengatakan, para teknisi berusaha menemukan sebab lonjakan tingkat radiasi. "Tingkat radiasi di satu mesin yang digunakan untuk menyerap caesium naik lebih cepat dari proyeksi kami semula," kata juru bicara tersebut.

Kejadian ini merupakan kecelakaan nuklir yang terburuk sejak bencana Chernobyl di Ukraina pada 1986. Gempa kuat dan tsunami yang ditimbulkannya sekarang diketahui menewaskan lebih dari 15.280 orang. Sementara itu, hampir 8.500 orang belum ditemukan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.