Mantan Presiden Diadili "In Absentia"

Kompas.com - 04/06/2011, 10:59 WIB
EditorKistyarini

TUNIS, KOMPAS.com — Tunisia akan mengadili mantan Presiden Zine El Abidine Ben Ali dan istrinya, Laila Trabelsi, secara in absentia "pada beberapa hari atau pekan mendatang" dalam dua kasus, kata seorang juru bicara kementerian kehakiman, Jumat. "Penyelidikan telah rampung. Hasilnya akan dikirim ke pengadilan kriminal dalam beberapa hari atau pekan mendatang," kata Kadhem Zine el-Adidine.    

Pasangan itu melarikan diri ke Arab Saudi setelah pemberontakan rakyat memaksa kejatuhan Ben Ali pada 14 Januari, setelah 23 tahun berkuasa. Tuduhan pertama berkaitan dengan penemuan senjata dan obat bius di istana presiden di Carthage, juru bicara itu menjelaskan. Hampir 2 kilogram narkoba, diperkirakan ganja, telah ditemukan di kantor pribadi bekas presiden itu. 

Tuduhan kedua terkait uang kontan sejumlah 27 juta dollar AS (Rp 230 miliar) yang ditemukan di istana Ben Ali di Sidi Bou di pinggiran kota Tunis pada Februari.      Tuduhan-tuduhan itu adalah dua dari ke-88 (hasil)  penyelidikan tanpa henti terhadap pasangan tersebut, keluarga mereka, serta para menteri dan pejabat bekas rezim, kata juru bicara itu.     

Pemerintah juga memeriksa kasus pembunuhan, penyalahgunaan kekuasaan, perdagangan artefak arkeologis dan pencucian uang. Pemerintah sementara Tunisia telah meminta ektradisi bekas presiden dan istrinya itu dari Arab Saudi.

Beberapa negara Eropa telah membekukan aset milik Ben Ali dan kelompoknya. Para penyelidik telah menanyai 33 anggota marganya sejak Ben Ali digulingkan. Mantan presiden itu sendiri telah menunjuk seorang pengacaranya dari Lebanon untuk membelanya.     

Pemerintah Tunisia juga telah menangkap saudara perempuannya, Najet Ben Ali, di daerah Sousse, sekitar 150 kilometer di selatan Tunis, Kamis (2/6/2011), kantor berita resmi TAP melaporkan. Namun, ia kemudian dibebaskan sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.     

Para pejabat pabean juga telah menyita dua kapal pesiar keluarganya sebelumnya, Jumat. Pihak berwenang pelabuhan akan mengawasi kedua kapal yang telah ditambatkan di Pelabuhan Sousse Kantaoui di Tunisia selama lebih dari setahun.      Satu dari kedua yacht itu telah digunakan oleh kemenakan laki-laki Ben Ali, Douraid Ben Ali. Kapal lainnya kemungkinan digunakan keluarga lain, ungkap Jamel Nakbi, manajer pelabuhan. Ia telah minta komisi penyelidikan korupsi Tunisia untuk melancarkan penyelidikan guna mengenali pemilik kapal pesiar itu dan memungkinkan pelabuhan untuk mengumpulkan bayaran tambahan yang belum dibayar.     

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Rabu, polisi Italia telah menyita kapal pesiar lainnya milik Ben Ali senilai sekitar 1 juta euro (1,4 juta dollar AS) yang ditambatkan di Pulau Lampedusa di selatan, menyusul penyelidikan yang diminta oleh Tunis.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.