Rusia Ingin Jadi Juru Damai

Kompas.com - 17/05/2011, 04:55 WIB
EditorJosephus Primus

MOSKWA, KOMPAS.com — Wakil-wakil pemerintah Moammar Khadafy diperkirakan akan berada di Moskwa, Selasa (17/5/2011). Menurut Menlu Sergey Lavrov, Senin, Rusia juga berharap menerima utusan kelompok oposisi Libya segera.   

"Kami telah menyetujui pertemuan di Moskwa dengan wakil-wakil dari Tripoli dan Benghazi. Utusan resmi dari Tripoli akan ada di sini besok. Utusan dari Benghazi telah diperkirakan akan berada di sini Rabu. Namun seperti yang mereka beri tahu kepada kami, mereka terpaksa meminta kami untuk menangguhkan kunjungan itu karena alasan teknis," kata Lavrov.    

"Kami mengharapkan kunjungan itu akan terjadi pada waktu mendatang yang dapat diketahui dari sekarang," kata Lavrov.    

"Kami siap mengadakan dialog dengan semuanya," katanya pada pertemuan dengan utusan PBB untuk Libya, Abdellah al-Khatib.    

Lavrov mengulangi seruan Rusia untuk mengakhiri pertempuran di Libya dan memulai pembicaraan. "Kami sangat tertarik dengan penghentian pertumpahan darah di Libya dan mengalihkannya ke dialog politik," katanya.    

Sebelumnya, Senin, penuntut Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah meminta surat perintah penangkapan bagi Khadafy, anaknya Seif al-Islam, dan kepala intelijen Libya dengan tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.    

Meskipun Moskwa tampak siap membuka saluran diplomatik di luar perang saudara Libya, beberapa pengamat merasa skeptis. "Saya kira jika perjanjian tidak mulai dengan Khadafy dan keluarganya meninggalkan kekuasaan, itu tidak akan cocok dengan oposisi atau dengan NATO," kata David Hartwell, pengamat Timur Tengah di IHS Jane’s.    

"Surat perintah penangkapan ICC hari ini juga membuat sesuatunya lebih rumit. Pada waktu yang sama, kami menghadapi sesuatu kebuntuan militer dan bahkan ketenangan," kata Hartwell.

"Apa yang paling mungkin terjadi adalah bahwa beberapa negara akan menggunakan itu untuk mengadili dan memberi penerangan kepada pemberontak, sementara mereka bersikap melemahkan pasukan Khadafy dengan serangan udara," imbuhnya.    

Lavrov memberi kesan bahwa penyelesaian konflik akan mengantar pemerintah baru, tetapi pembicaraan dengan pemerintah Khadafy tidak dapat dihindarkan. Ia menyatakan bahwa hasil pembicaraan itu akan menjadi sistem politik baru. Namun, penting juga mengusahakan perjanjian dengan mereka mengenai kepada siapakah prospek untuk menenangkan situasi bergantung.    

Rusia, anggota tetap Dewan Keamanan PBB yang memegang hak veto, abstain dalam persetujuan resolusi Maret yang mengesahkan intervensi militer untuk menerapkan zona larangan terbang di Libya. Negara itu menuduh pasukan pimpinan NATO telah melampaui mandat mereka untuk melindungi warga sipil.    

Lavrov juga mengatakan, Senin, bahwa Rusia mendukung prakarsa koordinator kemanusiaan PBB bagi pernyataan istirahat kemanusiaan untuk menjelaskam situasi di wilayah itu dan memberikan bantuan kepada penduduk di seluruh Libya.    

Kepala bantuan PBB, Valerie Amos, menyatakan bahwa pada 9 Mei, cara sanksi telah dijatuhkan terhadap Libya karena perang pemerintah Khadafy dengan pemberontak pro-demokrasi telah menangguhkan pengiriman pasokan untuk penduduknya.

 
 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

    Internasional
    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

    Internasional
    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

    Internasional
    Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

    Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

    Internasional
    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

    Internasional
    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

    Internasional
    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

    Internasional
    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

    Internasional
    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    [KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

    Internasional
    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

    Internasional
    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

    Internasional
    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

    Internasional
    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

    Internasional
    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

    Internasional
    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X