Yohanes Paulus II Jadi "Beato"

Kompas.com - 02/05/2011, 07:57 WIB
EditorEgidius Patnistik

Banyak dari umat adalah peziarah dari Polandia, negara asal Yohanes Paulus II. Puluhan bendera putih-merah Polandia tampak di atas massa.

Sejumlah 86 delegasi resmi seluruh dunia, termasuk anggota lima keluarga kerajaan Eropa dan 16 kepala negara, menghadiri beatifikasi itu. Delegasi resmi itu termasuk Presiden Zimbabwe Robert Mugabe, yang gencar dikritik atas pelanggaran HAM di negaranya. Mugabe dilarang bepergian ke Uni Eropa, tetapi Vatikan bukan anggota Uni Eropa.

Para ahli mengatakan, beatifikasi itu bisa membantu Vatikan membersihkan citra yang ternoda oleh berbagai skandal rohaniwan paedofil. Namun, ada juga yang mengkritik dipercepatnya prosedur yang biasanya makan waktu puluhan hingga ratusan tahun itu.

Masa kepausannya dari tahun 1978 sampai 2005 membantu menginspirasi gerakan religius awam dan kelompok muda.

Peti jenazah Paus Yohanes Paulus II digali kembali dari makam di bawah Basilika Santo Petrus dan ditempatkan di depan altar utama. Peti jenazah itu akan berada di sana dan basilika itu akan tetap dibuka sampai semua pengunjung, yang ingin melihatnya, telah melihatnya. Peti itu kemudian akan dipindahkan ke tempat baru di bawah sebuah altar di kapel sisi dekat patung Pieta. (Reuters/AP/AFP/DI)

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.