China Evakuasi 36.000 WN dari Libya

Kompas.com - 05/03/2011, 21:47 WIB
EditorRobert Adhi Kusumaputra

BEIJING, KOMPAS.com — Pemerintah China, Sabtu (5/3/2011), mengatakan, pihaknya telah menyelesaikan proses evakuasi warga negaranya dari Libya, menyusul sebuah operasi luar negeri terbesar yang pernah dilakukan Beijing.

Dua penerbangan carter pada Sabtu membawa 778 orang dari negara Afrika Utara itu, tempat pergolakan politik antirezim Moammar Khadafy terjadi, menurut sebuah pernyataan dari Kementerian Luar Negeri China.

"Satuan tugas pemerintah di Libya telah berhasil menyelesaikan pengungsian warga China dari Libya," tulis pernyataan itu dalam laman kementerian.

Beijing akan terus mengirimkan pesawat militer dan sewaan guna memulangkan warga China dari negara lain di kawasan itu, kata kementerian, seraya menambahkan bahwa mereka mengharapkan semua warga akan berada di China dalam beberapa hari ke depan.

Pada Rabu, Wakil Menteri Luar Negeri Song Tao mengatakan, sedikitnya 36.000 warga China telah diungsikan dari Libya dan hampir 21.000 di antaranya telah pulang ke China. China memiliki 847.000 pekerja yang tersebar di seluruh dunia pada akhir 2010—lebih banyak 69.000 orang dari tahun sebelumnya—dengan sekitar 30 persennya bekerja di industri konstruksi, menurut perhitungan resmi.

Sebagian besar warga negara China di Libya bekerja di sektor kereta api, perminyakan, dan telekomunikasi, menurut media pemerintah.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

    Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

    Internasional
    Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

    Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

    Internasional
    Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

    Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

    Internasional
    Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

    Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

    Internasional
    [POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

    [POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

    Internasional
    Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

    Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

    Internasional
    Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

    Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

    Internasional
    Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

    Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

    Internasional
    Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

    Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

    Internasional
    Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

    Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

    Internasional
    Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

    Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

    Internasional
    Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

    Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

    Internasional
    Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

    Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

    Internasional
    Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

    Kisah Pengantin Pesanan China: Anak Saya Diejek Anak Pelacur

    Internasional
    Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

    Keluarga Editor Mongabay Philip Jacobson yang Ditahan di Indonesia Sudah Diberi Tahu

    Internasional
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X