Lampung Idealnya Miliki Rudenim

Kompas.com - 28/09/2010, 22:53 WIB
EditorI Made Asdhiana

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Lampung hingga kini belum memiliki rumah detensi imigrasi sendiri. Padahal, di daerah perlintasan ini kerap diamankan imigran-imigran gelap.

Kepala Imigrasi Panjang, Teguh Cahyono, Selasa (28/9/2010) mengatakan, untuk pengawasan yang efektif, sebaiknya memang perlu ada rudenim. "Kalau ditampung di hotel, ia kan kontak dengan yang lainnya. Pengawasan jadi kurang ideal," ujarnya.

Selama ini, para imigran yang ditangkap ditampung di hotel dengan biaya yang tentunya tidak sedikit. Untungnya, biaya tampung dan pengawasan di hotel itu diperoleh dari bantuan dana International Organization of Migration.

Saat ini, di Hotel Widara Asri, Bandar Lampung, telah ditampung sebanyak 21 imigran gelap yang mayoritas juga berasal dari Afganistan. "Tadi, sepuluh imigran asal Afganistan sudah dibawa ke Rudenim Tanjung Pinang. Sisanya menyusul," ujar dia.

Baru-baru ini juga kembali diamankan sebelas imigran lainnya asal Afganistan dan Irak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.