Hezbullah Tuduh Israel Bunuh Hariri

Kompas.com - 04/08/2010, 05:18 WIB
EditorEgidius Patnistik

BEIRUT, KOMPAS.com - Pemimpin Hezbullah, Hassan Nasrallah, Selasa (3/8), menuduh Israel membunuh mantan Perdana Menteri Lebanon, Rafiq al-Hariri, pada tahun 2005.

Nasrallah mengatakan, ia akan mengungkapkan bukti dengan tujuannya pada konferensi pers pekan depan. "Saya menuduh Israel melakukan pembunuhan atas (mantan) PM Rafiq Harri dan saya akan membuktikan ini dengan informasi sensitif yang akan terungkap pada konferesi pers Senin," kata Nasrallah dalam pidato yang diteruskan melalui hubungan video.

Pemimpin Syiah itu menyatakan, ia akan menyampaikan bukti dan audiovisual yang menunjukkan bahwa agen-agen Israel telah bekerja untuk mengeksploitasi persaingan politik kelompoknya yang didukung Iran dengan Hariri, seorang Muslim Sunni yang dekat dengan Arab Saudi. Ulah Israel itu demi menimpakan pembunuhan itu pada Hezbullah.

Ia tidak memberikan perincian lagi. Nasrallah, Juli lalu, telah mengungkapkan, ia menyadari pengadilan dukungan PBB yang menyelidiki pembunuhan Hariri... mungkin akan mendakwa anggota-anggota kelompok milisinya. Ia mengecam pengadilan itu sebagai berat sebelah dan bagian dari rencana Israel.

Pernyataannya itu telah memicu kekhawatiran akan meletusnya kekerasan di Libanon yang telah tegang dan mendorong pertemuan puncak penting di Beirut pekan lalu antara Presiden Suriah Bashar al-Assad, Raja Arab Saudi Abdullah dan para pemimpin Lebanon.

Hariri dan 22 orang lainnya tewas dalam pemboman sangat besar di tepi laut Bairut pada 24 Februari 2005. Pembunuhan itu telah memicu kecaman internasinal dan menyebabkan penarikan tentara Suriah dari Lebanon setelah kehadiran selama 29 tahun.

Pembunuhan Hariri secara luas telah dipersalahkan pada Suriah, pendukung utama Hezbullah bersama dengan Iran. Damaskus secara konsisten membantah keterlibatannya.

Pidato Hebullah yang telah dijadwalkan sebelumnya pada Selasa itu terjadi beberapa jam setelah bentrokan antara militer Lebanon dan Israel yang menewaskan dua tentara Lebanon, seorang wartawan Lebanon dan seorang komandan Israel. Pidato itu pada awalnya dimaksudkan untuk menandai ulang tahun keempat berakhirnya perang 2006 antara kelompok gerilyawan itu dengan Israel. Perang 34 hari itu berakhir pada 14 Agustus, tapi Nasrallah berbicara sebelum tanggal ulang tahun itu karena awal bulan suci Ramadan pekan depan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.